Taritere’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SINOPSIS

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

IDENTITAS BUKU:

Judul                           : “Autumn in Paris”

Karya                          : Ilana Tan

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama

Tahun                          : 2007

Jumlah halaman           : 272 hlm; 20 cm

 

 

 

SINOPSIS:

Sepasang kekasih yang saling mencintai ternyata mereka dihubungkan oleh benang persaudaraan yaitu sebagai kakak dan adik. Pertemuan pertama saat di bandara, Ia terpesona dengan seorang gadis. Gadis itu menabrak kopernya ketika T-suya duduk meminum kopi. Tanpa disengaja pula pada malam hari, T-suya bertemu dengan gadis itu di sebuah Bar dengan keadaan mabuk karena gadis itu minum banyak.

            Pertemuan-demi pertemuan dengan gadis itu selalu terjadi tanpa diduga, ternyata gadis itu teman Sebastien. Sebastien adalah rekan sekerjanya T-suya. Dari situlah T-suya mengenal gadis yang mempesonanya. Gadis tu bernama Tara. Tanpa diketahui oleh Sebastien, T-suya selalu bertemu dengan Tara. Ia akrab sekali dengannya. Bahkan T-suya adalah seorang yang romantis. Tara berkerja menjadi penyiar radio, T-suya mengirimkan surat yang akan ditayangkan di salah satu acara di radio itu. Surat dari T-suya bayak digemari oleh pendengar ketika T-suya tidak mengirim surat maka banyak sekali sms yang datang dari pendengar dan mengaharapkan T-suya mengirimkan surat itu lagi.

            Paris menurut T-suya adalah sebuah tempat yang tidak menyenangkan, kehadiran Tara dalam hidupnya menjadikan Paris, tempat yang membuatnya bahagia. Ia datang ke Paris untuk bertemu dengan Ayah kandungnya. Selama ini ia belum pernah bertemu dengan ayahnya, karena ia dibesarkan oleh ibunya. Waktu itu, Sanae dan Jean Daniel Dopot bertemu di Jepang namun Jean Daniel Dopot meninggalkan Sanae dalam keadaan hamil. Lalu Sanae menikah dengan laki-laki lain bernama Kenichi Fujisawa. Laki-laki itu baik kepada T-suya. Dan Ia menerima T-suya sebagai anaknya sendiri.  T-suya tak meminta pengankuan dari ayah kandungnya namun ia hanya memberikakan surat dari armarhum ibunya.

            Pada saat ulang tahun teman Tara yang bernama Elise. Sebatien datang bersama pacarnya bernama julite, Elise bersama pacarnya Viktor, dan Tara bersama T-suya. Awalnya mereka bersenang-senang minum-minum. Namun ketika ayah Tara datang T-suya kaget jiwanya tergoncang, badanya diliputi keraguan, ia gugup seakan tak percaya bahwa yang dilhatnya itu benar. Ayah Tara berarti ayahnya juga.

            Dari kenyataan yang telah dilihatnya, membuat T-suya menjadi berubah, sikapnya menjadi dingin kepada Tara. T-suya menjadi aneh, ia selalu menghindar jika Tara ingin bertemu. T-suya begitu mencintai Tara, T-suya masih tak percaya kalau ayah Tara adalah ayah kandungnya. Maka T-suya dan ayahnya melakukan tes DNA.  Di rumah sakit, mereka bertemu dengan Tara. Saat itu Tara sedang menjenguk Viktor yang sedang dioprasi usus buntu. Ketika bertemu Tara mereka berbohong sedang menjengguk teman yang sakit.

            Tiga hari kemudian T-suya mengambil hasil DNA dirumah sakit. di lihatnya hasil itu T-suya kaget sekali, saat ia membuka jantungnya berdebar-debar dan tangannya gemetar ternyata hasilnya positif. Kebenaran itu tak mau diakui oleh T-suaya, seandainya hidup di dunia ini bisa dipilih mungkin bukan ini yang kemauannya. Tenaga T-suya lemah, untuk menceritakan kebenaran yang sesungguhnya kepada Tara.       

            T-suya semakin hari-semakin berubah. Ia selalu menghindari bertemu dengan Tara, T-suya melampisakan masalahnya dengan rajin berkerja siang malam tanpa istirahat. T-suya selalu kurang tidur. T-suya tak pernah menceritaka masalahnya pada siapa pun, hanya menyimpan dalam hati. Karena tak tidur, konsentrasinya jadi kurang sehingga ia kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit.  Tara pergi kerumah sakit, Tara penasaran mengapa akhir-akhir ini sifat ayahnya dan T-suya menjadi berubah. Ayahnya aneh ketika ia menanyakan hubungan Tara dan T-suya, ayahnya seakan tak setuju. Ketika itu Tara tak sengaja mendengar pembicaraan ayahnya dengan dokter. Dokter itu adalah teman ayahnya. Mereka membicarakan mengenai tara dan T-suya. Betapa kagetnya Tara ketika mendengar bahwa Tara dan T-suya bersaudara. Tara seakan-akan napasnya berhenti ketika mendengar semua itu dan air matanya mengalir.

            T-suya bolah pulang, dan Tara pun menceritakan pada Sebastien bahwa T-suya adalah saudaranya. Betapa kagetnya T-suya bahwa Tara mengetahui yang sebenarnya. Pada akhirnya T-suya memutuskan untuk kembali ke Jepang meninggalkan kisah lamanya di Paris. Ketika ia di Jepang Tak lepas ia memikirkan Tara. Secara diam-diam T-suya melalui imeil menanyakan  kabarnya Tara kepada Sebastien. Karena seringnya berkerja tanpa istirahat T-suya jatuh dari gedung tingkat 3. T-suya koma di rumah sakit.

            Kemudian Tara ditelepon oleh teman T-suya yang berasal dari Indonesia, Kenko namanya. Memberitahu T-suya dalam keadaan koma. Seharusnya T-suya sudah meninggal, tubuhnya bagaikan mayat hidup, ia masih bernyawa seakan-akan ada sesuatu yang ditunggunya. Ketika Tara bertemu T-suya dan menangis sambil memegang tangan T-suya. “Ia mengatakan aku mencintaimu, dan aku akan baik-baik saja percayalah.” Pada waktu itulah T-suya meninggal dunia.   

 

 

Komentar

Ceritanya menarik sekali, menceritakan mengenai kehidupan. Menceritakan mengenai seseorang yang tak mampu menerima sebuah kenyataan. Kenyataan itu harus di terima. Namun ia menginginkan hal yang yang diinginkannya. Seandainya mereka mampu untuk menerima kenyataan lalu mengubah segala sesuatu yang terjadi diantara perasaan mereka. Maka kejadian ini tak seharusnya terjadi.

 

Tokoh-tokohnya

Tara                             : Gadis periang, suka bicara, tak mau diam, selalu ingin tahu, cepat

   ambil keputusan, perasaannya cepat berubah.

T-suya                        : Orang jepang, lelaki yang disukai Tara. Pendiam, tertutup,

   ia dapat membuat cerita yang romantis, sulit mengambil keputusan ketika dihadapi oleh suatu keputuan.

Sebastien                     : Sahabat dia berteman  dengan Tara dari kecil, sebastien mata

  keranjang, ia seselalu berganti-ganti wanita.

Elise                            : Teman Tara mereka perkerja sebagi penyiar radio di

  setasiun yang sama

Jean Daniel Dopot      : Ayah Tara, dia seorang yang menyayangi buah hatinya

   yaitu Tara. Namun sifat ayahnya yang tak disukai Tara adalah mata kerangjang. Ia sulit mengambil keputusan ketika dihadakan oleh sebuah kenyataan. 

Juliete                          : Teman kencannya Sebastien

Sanae                           : Ibu kandungnya T-suya

Dokter Delcour           : Teman ayahnya Tara. Ia bimbang ketika mengetahuhi T-suya

 anak kandung Jean Daniel Dopot

Charles Gilou              : Bosnya Tara, ia selalu mengginkan yang terbaik. Jika berkerja

 harus gembira dan ceria

Kenichi Fujisawa        : ia adalah ayah angkat T-suya yang selama ini membersarkan

 dan merawat seperti anak kadungnya sendiri dan sekaligus sebagai

 penerjemah bahasa ketika Tara dan Ayahnya menemui T-suya

 untuk yang terakhir kalinya di Jepang.

Kenko                         : Tetangga rumah T-suya di Jepang. Ia berasal dari Indonesia. Bisa

   berbahasa Indonesia dengan lancar

 

 

Alur

1.Awal        

a.       Pengenalan tentang situasi, pertama kali T-suya menginjakkan kakinya di Paris.

b.      Rangsangan yaitu ketika ketitika T-suya bertemu dengan Ayah kandungnya.

c.       Gawatan yaitu  Pada waktu ulang tahun Elise, T-suya bertemu dengan ayahnnya. Ketika itu ayahnya memanggil nama Viktoria. Nama Viktoria adalah panggilan Jean Daniel Dopot kepada anaknya yaitu Tara. Betapa kagetnya T-suya mengetahui bahwa ayah Tara adlaah ayahnya juga.

2.Tengah

a.       Konflik, T-suya tak mau mengakui bahwa Tara adalah adiknya. Hatinya tak percaya kepada kenyataan yang terjadi. Kerena ketidak percayaan itu dia dan ayahnya melakukan tes DNA

b.      Rumitan, setelah dilakukan tes ternyata hasilnya positif. Beratapa kagetnya T-suya. Ia benar-benar belum kuat untuk mengatakan kejujurannya kepada Tara. Ia mulai menghindari pertemuan dengan Tara karena jika ia bertemua hatinya akan sakit.

c.       Puncak adalah Tara mengetahui bahwa T-suya adalah Kakanya. Melalui pembicaraan ayahnya dengan seorang dikter di rumah sakit

3.Akhir

Seharusnya T-suya sudah meninggal, tubuhnya bagaikan mayat hidup, ia masih bernyawa seakan-akan ada sesuatu yang ditunggunya. Ketika Tara bertemu T-suya dan menangis sambil memegang tangan T-suya. “Ia mengatakan aku mencintaimu, dan aku akan baik-baik saja percayalah.” Pada waktu itulah T-suya meninggal dunia.   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ampWed, 09 Oct 2013 04:06:11 +000006Rabu 17,2008 - Posted by | Tak Berkategori

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: