Taritere’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Pameran Buku

061224059

Talk Show Anak VS Talk Show HIV/AIDS

Di Pameran Buku

Setiap hari panitia PBJ menyuguhi acara-acara yang menarik agar menghibur, memberi pengetahuan baru untuk para pengunjung. Acara tersedia dari anak-anak sampai dewasa. Talk Show Anak bertujuan agar anak-anak yang datang bersama orang tuanya merasa terhibur, namun pada kenyataannya bukan saja anak kecil yang menonton tetapi banyak diantaranya orang dewasa. Lain lagi dengan Talk Show HIV/AIDS yang diminati oleh kaum muda, mereka sangat antusias untuk tahu lebih dalam pengetahuan penyakit HIV/AIDS terbukti dengan interaktif para audiens.

Acara-acara itu menarik para pengunjung yang baru datang sehingga, setiap mata selalu melihat acara tersebut sebelum mereka masuk ke pameran buku. Setiap kegiatan dilaksanakan pada panggung yang sama berada di sebelah kanan pintu masuk. Setiap pengunjung yang telah selesai mencari buku mereka terlihat nongkrong di tangga, di depan pintu gerbang Riki masih SMA duduk sambil membaca-banca buku yang dibeli, ada juga Eli Mahasiswa Magelang menunggu teman-temannya. Kebanyakan mereka yang telah selesai mencari buku menyempatkan diri melihat anak-anak menari dan menyanyi. Ada pula Mas Wahyu sebagai keamanan yang berkeliling melihat keadaan.

Kursi Talk Show Sabtu 15.30-17.30WIB penuh kebanyakan kursi itu diisi oleh para orang tua yang menyaksikan anak mereka berlengak-lengok dengan centilnya di atas panggung. Hartati pemilik Sangar Bunga tidak membawa alat-alat musik, seperti gitar, dram, dan organ karena akan kerepotan membawanya. Ia hanya menggunakan rekaman musiknya saja lagu-lagu yang direkam telah dipelajari oleh anak yang akan menyanyikannya sehingga anak-anak tidak kesulitan dalam menyamakan nada. Anis gadis kecil, rambutnya dikuncir kuda memakai baju merah semakin manis memakai jepi berwarna kuning belajar menyanyi dari usia 3 tahun. Ia menyanyi berlengak-lengok di atas panggung tanpa rasa malu. “Senang rasanya dapat bernyanyi disini!” ungkapnya sambil memakan kue. Anis saat ini telah kelas 3 SD.

Hartati, wanita muda berjiblab warna coklat sebagai pembawa acara, sekaligus pemilik Sangar yang Ia dirikan tahun 2003. Ia memiliki visi memberi wadah anak untuk berekspresi. Sangar tersebut terbuka untuk siapa saja anak kecil maupun orang dewasa yang mau belajar musik dan menyanyi. Karena pada waktu mengantarkan les menyanyi, Ibu Karin melihat seseorang pandai menggunakan biola. Lalu, ia tertarik ingin mempelajarinya. Ibu Karlin bertanya kepada Ibu Hartati “Bu, bagaimana jika saya sambil menunggu anak saya les menyanyi, saya mengisi waktu luang itu dengan les biola?” kemudian jawab Ibu Hartati “Oh… tentu boleh!” Ibu Karlin adalah salah satu orang tua yang memperdulikan bakat anak. Pada akhir acara tiba-tiba kedatangan bintang tamu yaitu Imel seorang penyanyi dan penulis. Imel berdiri di atas panggung berbincang-bincang sebentar. Mengenai buku ia memang senang membaca buku, Kak Imel bertanya pada peserta suka baca buku tidak, anak itu menjawab suka biasanya membaca buku cerpen dan anak tersebut selalu memiliki rengking di kelas.

Kak Imel diminta menyanyi, namun Kak Imel malah menyuruh salah satu dari anak-anak untuk menyanyi lagu “Ambilkan Bulan Bu” seorang gadis kecil menyanyikan lagu itu. Ketika gadis kecil menyanyi semua mata dan telinga tertuju padanya menyaksikan gadis kecil yang berbakat. “Saya senang gadis-gadis ini telah memiliki bakat dari sejak kecil karena centilnya sudah dapet!” ungkapnya Kak Imel merasa bahwa lagu-lagu anak-anak harus lebih ditingkatkan lagi. Jangan biarkan anak-anak termakan oleh masuknya berbagai media yang tanpa ada saringan sama sekali. Oleh karena itu para orang tua atau pun guru harus memberi tahu juga mendidik mereka secara benar. Hartati menjelasakan bahwa yang dinyanyikan anak-anak tadi adalah lagu anak-anak.. Kak Imel menceritakan pengalamannya sekaktu dia Jakarta. “Anak-anak sekarang sih lagu-lagunya orang dewasa, ketika aku bertanya kepada mereka Adek tahu lagu Ambilkan Bulan Bu jawabnya apa coba, betapa kagetnya saya mendengar jawaban tidak Kak, lalu saya kembali bertanya terus Adek tahu lagu apa? Yang dijawab adek tadi adalah lagu dari salah satu band kemudian Kak Imel bertanya kembali adek tahu tidak artinya apa. Mereka menjawab seolah-olah mereka berfikir seakan tahu dan menjawab cinta. Itulah akibat media!”

Setelah cerita dari Kak Imel anak-anak berfoto-foto ditutup oleh lagu Hujan Rintik-rintik. Kak Imel berkunjung ke Pameran karena setiap ada pameran buku, Kak Imel selalu akan mengunjunginya. Kak Imel juga memiliki kerja sama dengan salah satu penerbitan buku. Buku adalah sumber ilmu dan sumber pengetahuan oleh kerena itu Kak Imel tak menghilangkan kesempatan untuk membeli buku, buku bukan saja dibeli tetapi harus di baca.

Acara Talk Show anak memang menarik mencoba memperlihatkan bakat dan mengembangkannya apalagi pada akhir acara secara kebetulan kedatangan artis. Berbeda dengan acara Talk Show HIV/AIDS yang dilaksanakan Sabtu 14 Maret, Pukul 18.30-19.30 WIB mungkin karena jam sholat magrib sehingga kursi tak penuh hanya 15 bangku yang terisi. Walau panitia berdiri di depan pintu gerbang lalu menawari kepada setiap pengunjung yang datang “Mbak ada Talk Show geratis mengenai HIV/AIDS sebagai penambah pengerahuan baru, silahkan datang!” tetap saja banyak bangku-bangku tak terisi, mungkin juga karena informasi mengenai HIV/AIDS sudah banyak beredar di berbagi media. Pembicara Talk show HIV/AIDS adalah Ibu Dewi Yulianti yang akrap dipanggil Mbak Uun beliau berkerja di PKBI Yogyakarta.

Orang yang menghadiri Talk Show HIV/AIDS kebanyakan anak muda. Kebanyakan dari mereka berpasangan membawa kekasih sebab sambil bermalam mingguan, dan tak ada salahnya untuk mendapat informasi mengenai HIV/AIDS. Acara ini cukup menarik karena para pengunjung boleh berinteraksi dengan narasumber. Pertanyaan pertama oleh saudari Iin salah satu pasangan muda yang duduk di bangku barisan nomer enam dari depan ia menanyakan kepada pembicara “Apakah berhubungan Seks dengan penderita HIV walau dilakukan sekali dapat menularkan virus itu?” pertanyaan kedua “Apakah penyakit HIV dapat sembuh?” Iin gadis muda berambut panjang, berkulit putih bercerita mengenai temannya yang memiliki pacar penderita HIV mereka pernah berhubungan seks sekali tanpa kondom. Lalu dijawab oleh Mbak Uun orang itu harus melakukan tes, tetapi tes itu harus berkali-kali. Pada tes yang pertama mungkin belum ada gejala apa-apa, namun enam bulan berikutnya harus tes kembali biasanya pada tes selanjutnya hasilnya akan positif terkena HIV/AIDS. Jawaban pertanyaan kedua bahwa penyakit HIV belum ada obatnya, obat yang biasa diberikan hanya menekan virus dan menambah daya tahan tubuh.

Pertanyaan kedua oleh Saudara Adrin yang duduk seorang diri di bangku paling depan “Bagaimana seoarang penderita HIV memperoleh keturunan yang sehat?” jawaban Mbak Uun “Agar HIV tak menulari anak maka harus cuci seperma, artinya seperma dengan air mani dipisahkan, karena air manilah yang membawa virus bukan sepermanya, bila sang ibu terkena HIV anak jangan diberi ASI!”

Pertanyaan ketiga oleh Saudara Wawan yang duduk dibarisan kanan bangku deretan nomer lima dari depan, sebelumnya Mbak Uun telah menjelaskan jika ada orang yang sengaja menyuntikan vurus HIV segera saja dibasuh menggunakan air sabun virus itu dapat mati sebelum 78 jam, lalu bagaimana jika ada seseorang yang membutuhkan bantuan mengenai penyakit itu. Mbak Uun menambah penjelasannya virus akan mati dengan deterjen merek apa saja dan virus dapat hidup 2-3 hari di suntikan, pada jaman ini kemajuan teknologi semakin cangih bisa juga terkena penyakit HIV dari alat-alat salon, jika kita di suntik pakailah suntikan yang baru jika ada yang butuh bantuan datang saja di Jln. Taman Siswa, gang Basyki, PKBI, Yogyakarta, teleponnya (0274) 419409.

Karena waktunya singkat dan pertanyaan terakhir oleh saudara Rizal di bangku barisan kanan duduk bersama kekasihnya paling belakang “Bagaimana caranya agar tidak terkena HIV/AIDS dan saya pernah mendengar buah merah dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS benar apa tidak?” kemudian jawab Mbak Uun “Berciuman dengan cara sedot-sedotan atau ciuman yang menimbulkan luka dapat menyebarkan virus HIV, apalagi orang yang dicium terdapat penyakit sariwan. Saran saya agar terhindar dari HIV satu jangan berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi jika perlu gunakanlah kondom, dua pakailah jarum suntik yang baru, tiga jangan gunakan narkoba, empat seterilkan barang-barang. Untuk obat masih belum ada, buah merah belum dapat menggobati namun hanya menambah daya tahan tubuh si penderita!”

Mbak Uun menjelaskan bahwa orang-orang yang hetero seks lebih besar peluangnya terkena HIV, dan kita jangan memandang PSK sebagai penyebar virus sebenarnya virus itu berasal dari daerah lain. Sebenarnya agar terhindar dari HIV mulai dari diri kita sendiri dengan merubah pola hidup, cara bergaul dan satu lagi jangan pernah mendiskriminasikan teman-teman penderita karena mereka punya hak untuk hidup, paling banyak adalah perempuan.

Kedua Acara tersebut sangat menarik dan kedua acara ini memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. pada Talk Show Anak, anak-anak bimbing untuk mengembangkan bakat dan minat dibidang musik, nyanyi, dan menari meraka kedatangan artis bernama Imel yang pada acara itu memberi motivasi supaya rajin membaca, dan selalu berlatih untuk mencapai cita-cita acara Talk Show Anak yang seharusnya ditonton oleh anak-anak, namun 80 persennya penontonnya adalah orang dewasa. Mungkin karena sebagian besar pengunjung pameran buku adalah orang dewasa. Interaksi terhadap penonton sangat kurang salah satunya karena sedikit anak-anak kecil yang hadir.

Talk Show HIV/AIDS pendengarnya sepi karena berbentrokkan dengan sholat magrib dan bisa pula banyak orang yang telah mengetahui informasi mengeni HIV. Walau pun sedikit audiens mereka berinteraksi dengan nara sumber. Acara ini menarik sebab para pendengar lebih antusias mereka ingin mengetahui informasi lebih dalam mengenai HIV/AIDS.

ampWed, 25 Mar 2009 06:51:09 +000051Rabu 17,2008 - Posted by | Pameran Buku

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: