<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Taritere's Weblog</title>
	<atom:link href="http://taritere.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://taritere.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Apr 2010 08:10:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='taritere.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Taritere's Weblog</title>
		<link>http://taritere.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://taritere.wordpress.com/osd.xml" title="Taritere&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://taritere.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://taritere.wordpress.com/2010/04/30/64/</link>
		<comments>http://taritere.wordpress.com/2010/04/30/64/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 08:10:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taritere</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taritere.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[KRK, Kebaktian Rohani Katolik, “Asal Kujamah Saja Jubah-Nya Aku Akan Sembuh!” Kesembuhan ada karena iman, seperti dikisahkan dalam Markus 5:25-34 yang isinya mengenai seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun, ia sudah berobat kemana-mana namun belum sembuh juga, kemudian ia percaya pada Tuhan Yesus katanya ”Asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh!” perkataan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=64&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KRK, Kebaktian Rohani Katolik, “Asal Kujamah Saja Jubah-Nya Aku Akan Sembuh!”   	Kesembuhan ada karena iman, seperti dikisahkan dalam  Markus 5:25-34 yang isinya mengenai seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun, ia sudah berobat kemana-mana namun belum sembuh juga, kemudian ia percaya pada Tuhan Yesus katanya ”Asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh!” perkataan perempuan tersebut menjadi tema KRK yang diselenggarakan di Wisma Syantikarya Sabtu 24-04-2010 pukul 18.00WIB. Ketua panitia KRK Theresia Evy Christina pada sambutannya mengatakan ”Sebenarnya sudah lama sekali kami memiliki kerinduan untuk melaksanakan acara ini, dan baru terlaksana saat ini.” Beliau mengatakan pula supaya acara tersebut menjadi berkat bagi banyak orang, banyak hati dijamah, dan luka batin disembuhkan. Sebab hanya Allah sajalah sumber pengharapan menjadi pembahasan acara tersebut, di tengah acara Bapak Andreas Hedybianto memberikan kesaksian tentang kesembuhan anaknya. Anaknya mengalami penyakit rematik yang  sangat berat, ”Penyakit tersebut tidak diketahui sebab dan obatnya” katanya. Penyakit itu membuat anaknya lumpuh total, namun ada satu pengharapan yaitu Tuhan. Ia terus berdoa lalu pada suatu hari Tuhan menjawab doanya, dan anaknya telah disembuhkan, ”Kesembuhan anaknya itu, adalah bukti bahwa mujizat masih ada” katanya. Selain kesaksian dibahas pula renungan mengenai tiga langkah iman oleh Bapak Christophorus Krismanto. Pertama iman yang mendengar, kita mendengar dan disimpan dalam hati kemudian di imani. Kedua perkatakanlah, apa yang kita imani lalu diucapkan, semua itu berpengaruh pada kesembuhan. Ketiga  iman yang bertindak, iman akan mengerakkan kita menuju kesembuhan yang telah disediakan. Setelah renungan dilaksanakan doa urapan, dalam doa tersebut kehadiran Tuhan sungguh terasa. Tim Doa Soli Deo Gloria Bandung mendoakan umat yang memiliki beban berat. Pada acara tersebut, banyak orang merasa terberkati dan terlepas dari kuasa-kuasa roh jahat. Acara ini dan Acara Semiar Doa Penyembuhan Luka Batin dan Penyembuhan Rohani pada 25-04-2010 pukul 09.30 di selengarakan oleh Persekutuan Doa-Pembaharuan Karismatik Katolik (PD-PKK) Bunda Maria Kidul Loji Yogyakarta yang berkerja sama dengan Komunitas Soli Deo Gloria (KSDG) dari Keuskupan Bandung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taritere.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taritere.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taritere.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taritere.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taritere.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taritere.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taritere.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taritere.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taritere.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taritere.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taritere.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taritere.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taritere.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taritere.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=64&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taritere.wordpress.com/2010/04/30/64/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c3df93d45d9bb54c6e804775eeada6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taritere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kec Kaligesing- Purworejo</title>
		<link>http://taritere.wordpress.com/2009/07/10/kec-kaligesing-purworejo/</link>
		<comments>http://taritere.wordpress.com/2009/07/10/kec-kaligesing-purworejo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 05:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taritere</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taritere.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[KELAHIRAN WR. SOEPRATMAN TERSEMBUNY Tenang dan sepi itulah mengapa Purworejo di sebut sebagai kota pensiunan, tempat orang beristirahat dihari tua. Saat masuk kota Purworejo kita akan di sambut oleh Monument Jendral Ahmad Yani. Jendaral Ahmat Yani memang terlahir sebagai putra Purworejo, yang menjadi tokoh kebanggan masyarakat di sana. Selain Jendral Ahmad Yani ada pula Wage [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=57&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">KELAHIRAN WR. SOEPRATMAN TERSEMBUNY</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Tenang dan sepi itulah mengapa Purworejo di sebut sebagai kota pensiunan, tempat orang beristirahat dihari tua. Saat masuk kota <span lang="SV">Purworejo kita akan di sambut oleh Monument Jendral Ahmad Yani. Jendaral Ahmat Yani memang terlahir sebagai putra Purworejo, yang menjadi tokoh kebanggan masyarakat di sana.<span> </span>Selain Jendral Ahmad Yani ada pula Wage Rudoft (WR) Supratman seorang tokoh perjuangan pergerakan nasional. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">WR Supratman ternyata dilahirkan disebuah desa terpencil di Purworejo. Jika ingin melihat tempat diamana (WR) Supratman dilahirkan kita harus melewati jalan yang terjal berkelok-kelok, becek, naik-turun jika kita telah sampai tempat kelahirannya Tempat bersejarah dimana WR Supratman dilahirkan<span> </span>terletak di Dukuh Trembelang, Desa Simongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Ditengah hutan tropis di Purworejo perjalan yang begitu mengerikan apalagi ketika hujan jalan akan licin, selain itu jalan ada yang rusak, berbatu, berkelok-kelok, naik turun membuat siapa saja yang mengunjungi tempat itu ektra hati-hati dan waspada. Sebab warga yang kita jumpai menyuruh kita kembali saja dan tidak meneruskan perjalanan. Perjalan itu membuat bulu kuduk merinding karena banyak sekali kuburan-kuburan keramat. Pohon besar<span> </span>yang tinggi-tinggi, sehingga kami harus menelaksoni di setiap tikungan atau kuburan sebagai tanda permisi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Kami melihat batu peresmian WR Supratman<span> </span>dilahirkan. Jika kita ingin melihat kita harus naik lalu kendaraan di parkirkan/ dititipkan didepan rumah warga. Karena motor tak dapat masuk, apalagi mobil. Karena jalan itu sempit. Kita harus berjalan menaiki 106 tangga dan setelah itu berjalan kaki lagi kira-kira<span> </span>1Km dari rumah warga yang tinggal di tempat itu. Rumah WR Supratman kecil hanya berukuran 10X10m dan dipojok samping ditanan ari-ari WR Supratman diatasnya ditanam puring. Rumah itu terlihat terawat, terbuat dari kayu jati dan di cat coklat tua. Namun sayang pintunya terkunci sehingga kami tak bisa melihat isinya. Disamping kanan rumah itu terdapat rumah dahulu dan tak jauh dari situ kira-kira 3m terdapat kamar mandi berukuran 3X2m disana ada gayung yang terbuat dari batok kelapa bak mandi dan airnya dari pancuran bambu sehingga tampak alami dan sangat sederhana. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>Penyelusuran dan penelitian mengenai sejarah kelahiran WR Supratman pernah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo dilakukan. Pada tanggal 7 Februari 2005 mengirim surat kepada presiden yang isinya mengenai persoalan kelahiran WR Supratman. Yang kemudian Bupati Purworejo mengirimkan tim untuk mengumpulkan, meneliti dan menganalisa tentang kelahiran Supratman. Namun<span> </span>dalam perkembangannya proposal yang diajukan ternyata tak mendapat respon bahkan diketahui rencana anggaran yang dibebankan kepada APBD untuk rencana pembangunan jangka menengah Desa Somongari telah dicoret. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Kontroversi kelahiran WR Supratman harus telusuri terus karena menurut Suparjo seorang tokoh di Desa Somongari menjelaskan berdasarkan para saksi WR Supratman dilahirkan di Dukuh Telemberang Desa Somongari pada Kamis Wage 19 Maret 1903.<span> </span>Hasil penelusuran itu<span> </span>telah dilakukan sehingga pada 29 Maret 2007, Pengadilan Negeri Purworejo telah menetapkan bahwa Wage Rudolf Soepratman lahir pada Kamis Wage, 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Di putuskannya kelahiran pada tanggal itu sebab dari sejumlah saksi ketika diperiksa dalam Pengadilan Negeri Purworejo, diungkapkan bahwa Nyonya Siti Senen, ibu kandung WR Supratman dalam keadaan mengandung tua telah pulang ke desa asalnya yaitu Somongari pada hari Kamis Wage kemudian melahirkan seorang bayi laki-laki. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Penjelasan seorang warga yang kami temui di Desa Simongari<span> </span>“Setelah kelahiran itu, Wage langsung di bawa ke Jakarta sehingga terjadilah perbedaan tempat kelahiran WR Supratman. Namun bisa dibuktikakan bahwa WR Supratman lahir di Purworejo sebab ari-arinya ada disini” ungkap Mbah…….. Dan ia menjelaskan<span> </span>saksi kelahiran Wage yakni Amatrejo Kasum dan Martowijoyo Tepok yang dibawa dalam persidang 1978. Saksi tersebut mengatakan Wage lahir di Desa itu, Kamis Wage, namun lupa tanggalnya,<span> </span>mereka hanya menyebut bulan dan tahun kelahiran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Biografi yang di tulis oleh Oerif Soeparjo Wage lahir di Jatinegara telah dilalat, karena dokumen<span> </span>kelahiran Wage di Jatinegara (Jakarta) tidak pernah ditemukan.<span> </span>Mungkin pada waktu Roekijem Soepratijah salah satu kakak kandung Wage memberikan keterangan mengenai kehiran Wage di Jakarta, ia mengatakan seperti itu dikarenakan ia mersa malu masa seorang tokoh nasional pencipta lagu Indonesia Raya dilahirkan di sebuah desa terpencil Desa Somongari.<span> </span>Namun saat ini telah diakui oleh Roekijem Soepratijah dan Ny. Siti Fatimah Kasan Sangari (sepupu WR Supratman) juga Ny. Salamah (janda WR Supratman) kelahiran Supratman adalah di Desa Somongari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tempat kelahiran Supratman, memiliki potensi alam yang bagus masih alami, terdapat banyak hutan. Sehingga tempat tersebut bisa menjadi lahan agrobisnis. Dengan adanya penelusuran tersebut diaharapkan untuk tempat kelahiran WR Supratman di Desa Somongari sebagai Desa Wisata. Karena Desa tersebut memiliki nilai sejarah sebagai kelahiran WR Supratman. Pengakauan<span> </span>bahwa WR Supratman telah dilahirkan di Purworejo tentu sebagai bukti pemerintah serius dalam menelusuri sejarah sebab yang telah ditelusuri itu akan dipelajari genarasi berikutnya.<span> </span>Keluaraga WR Supratman masih ada, dari silsilah simbah Singo Prono di Desa Simongari. Warga Desa tidak mengharapkan penghargaan namun yang terpenting diakui oleh pemerintah.</span></p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taritere.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taritere.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taritere.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taritere.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taritere.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taritere.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taritere.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taritere.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taritere.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taritere.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taritere.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taritere.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taritere.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taritere.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=57&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taritere.wordpress.com/2009/07/10/kec-kaligesing-purworejo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c3df93d45d9bb54c6e804775eeada6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taritere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Buku</title>
		<link>http://taritere.wordpress.com/2009/03/25/pameran-buku/</link>
		<comments>http://taritere.wordpress.com/2009/03/25/pameran-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 06:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taritere</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pameran Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taritere.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[061224059 Talk Show Anak VS Talk Show HIV/AIDS Di Pameran Buku Setiap hari panitia PBJ menyuguhi acara-acara yang menarik agar menghibur, memberi pengetahuan baru untuk para pengunjung. Acara tersedia dari anak-anak sampai dewasa. Talk Show Anak bertujuan agar anak-anak yang datang bersama orang tuanya merasa terhibur, namun pada kenyataannya bukan saja anak kecil yang menonton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=54&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 4in;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">061224059</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 3in;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span> </span><em>Talk Show</em> Anak VS <em>Talk Show HIV/AIDS</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Di Pameran Buku</span></strong></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;" align="center">
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;">Setiap hari panitia PBJ menyuguhi acara-acara yang menarik agar menghibur, memberi pengetahuan baru untuk para pengunjung. Acara tersedia dari anak-anak sampai dewasa. <em>Talk Show</em> Anak bertujuan agar anak-anak yang datang bersama orang tuanya merasa terhibur, namun pada kenyataannya bukan saja anak kecil yang menonton tetapi banyak diantaranya orang dewasa. Lain lagi dengan <em>Talk Show</em> <em>HIV/AIDS</em> yang diminati oleh kaum muda, mereka sangat antusias untuk tahu lebih dalam pengetahuan penyakit <em>HIV/AIDS</em> terbukti dengan <em>interaktif</em> <span> </span>para <em>audiens</em>.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span> </span>Acara-acara itu menarik para pengunjung yang baru datang sehingga, setiap mata selalu melihat acara tersebut sebelum mereka masuk ke pameran buku. Setiap kegiatan dilaksanakan pada panggung yang sama berada di sebelah kanan pintu masuk. Setiap pengunjung yang telah selesai mencari buku mereka terlihat nongkrong di tangga, di depan pintu gerbang Riki masih SMA duduk sambil membaca-banca buku yang dibeli, ada juga Eli Mahasiswa Magelang menunggu teman-temannya.<span> </span>Kebanyakan mereka yang telah selesai mencari buku menyempatkan diri melihat anak-anak menari dan menyanyi. Ada pula Mas Wahyu<span> </span>sebagai keamanan yang berkeliling melihat keadaan.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span> </span>Kursi <em>Talk Show</em> Sabtu 15.30-17.30WIB penuh kebanyakan kursi itu diisi oleh para orang tua yang menyaksikan anak mereka berlengak-lengok dengan centilnya di atas panggung.<span> </span><span lang="SV">Hartati pemilik Sangar Bunga tidak membawa alat-alat musik, seperti gitar, dram, dan organ karena akan kerepotan membawanya. Ia hanya menggunakan rekaman musiknya saja lagu-lagu yang direkam telah dipelajari oleh anak yang akan menyanyikannya sehingga anak-anak tidak kesulitan dalam menyamakan nada. Anis gadis kecil,<span> </span>rambutnya dikuncir kuda memakai baju merah semakin manis memakai jepi berwarna kuning belajar menyanyi dari usia 3 tahun. Ia menyanyi berlengak-lengok di atas panggung tanpa rasa malu. “Senang rasanya dapat bernyanyi disini!” ungkapnya<span> </span>sambil memakan kue. Anis saat ini <span> </span>telah kelas 3 SD.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Hartati, wanita muda berjiblab warna coklat sebagai pembawa acara, sekaligus pemilik Sangar yang Ia dirikan tahun 2003. Ia memiliki visi memberi wadah anak untuk berekspresi.<span> </span>Sangar tersebut terbuka untuk siapa saja anak kecil maupun orang dewasa yang mau<span> </span>belajar musik dan menyanyi. Karena pada waktu mengantarkan les menyanyi, Ibu Karin melihat seseorang<span> </span>pandai menggunakan biola. Lalu, ia tertarik ingin mempelajarinya. Ibu Karlin bertanya kepada Ibu Hartati “Bu, bagaimana jika saya<span> </span>sambil menunggu anak saya les menyanyi, saya mengisi waktu luang itu dengan les biola?” kemudian jawab Ibu Hartati “Oh… tentu boleh!” Ibu Karlin adalah salah satu orang tua yang memperdulikan bakat anak. Pada akhir acara tiba-tiba kedatangan bintang tamu yaitu Imel seorang penyanyi dan penulis. Imel berdiri di atas panggung berbincang-bincang sebentar. Mengenai buku ia memang senang membaca buku, Kak Imel bertanya pada peserta suka baca buku tidak, anak itu menjawab suka biasanya membaca buku cerpen dan anak tersebut selalu memiliki rengking di kelas.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Kak Imel diminta menyanyi, namun Kak Imel malah menyuruh salah satu dari anak-anak untuk menyanyi lagu “Ambilkan Bulan Bu” seorang gadis kecil menyanyikan lagu itu. Ketika gadis kecil menyanyi semua mata dan telinga tertuju padanya menyaksikan gadis kecil yang berbakat. “Saya senang gadis-gadis ini telah memiliki bakat dari sejak kecil karena centilnya sudah <em>dapet</em>!” ungkapnya Kak Imel merasa bahwa lagu-lagu anak-anak harus lebih ditingkatkan lagi. Jangan biarkan anak-anak termakan oleh masuknya berbagai media yang tanpa ada saringan sama sekali. Oleh karena itu para orang tua atau pun guru harus memberi tahu juga mendidik mereka secara benar. Hartati menjelasakan bahwa yang dinyanyikan anak-anak tadi adalah lagu anak-anak.. Kak Imel menceritakan pengalamannya sekaktu dia Jakarta. “Anak-anak sekarang sih lagu-lagunya orang dewasa, ketika aku bertanya kepada mereka Adek tahu lagu Ambilkan Bulan Bu jawabnya apa coba, betapa kagetnya saya mendengar jawaban tidak Kak, lalu saya kembali bertanya terus Adek tahu lagu apa? Yang dijawab adek tadi adalah lagu dari salah satu <em>band </em>kemudian Kak Imel bertanya kembali adek tahu tidak artinya apa. Mereka menjawab seolah-olah mereka berfikir seakan tahu dan menjawab cinta. Itulah akibat media!”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV"><span> </span>Setelah cerita dari Kak Imel anak-anak berfoto-foto ditutup oleh lagu Hujan Rintik-rintik. Kak Imel berkunjung ke Pameran karena setiap ada pameran buku, Kak Imel selalu akan mengunjunginya. </span><span lang="FI">Kak Imel juga memiliki kerja sama dengan salah satu penerbitan buku. Buku adalah sumber ilmu dan sumber pengetahuan oleh kerena itu Kak Imel tak menghilangkan kesempatan untuk membeli buku, buku bukan saja dibeli tetapi harus di baca.</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="FI"> </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="FI"><span> </span></span><span lang="FI">Acara <em>Talk Show</em> anak memang menarik mencoba memperlihatkan bakat dan mengembangkannya apalagi<span> </span>pada akhir acara secara kebetulan kedatangan artis. Berbeda dengan acara <em>Talk Show</em> <em>HIV/AIDS</em> yang dilaksanakan Sabtu 14 Maret, Pukul 18.30-19.30 WIB mungkin karena jam <em>sholat magrib</em> sehingga kursi tak penuh hanya <span> </span>15 bangku yang terisi.<span> </span>Walau panitia berdiri di depan pintu gerbang lalu menawari<span> </span>kepada setiap pengunjung yang datang “Mbak ada <em>Talk Show</em> geratis mengenai <em>HIV/AIDS</em> sebagai penambah pengerahuan baru, silahkan datang!” tetap saja banyak bangku-bangku tak terisi, mungkin juga karena informasi mengenai <em>HIV/AIDS</em> sudah banyak beredar di berbagi media. Pembicara <em>Talk show</em> <em>HIV/AIDS</em> adalah<span> </span>Ibu Dewi Yulianti yang akrap dipanggil Mbak Uun <span> </span>beliau berkerja di PKBI Yogyakarta.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="FI"><span> </span>Orang yang menghadiri <em>Talk Show</em> <em>HIV/AIDS</em> kebanyakan anak muda. Kebanyakan dari mereka berpasangan membawa kekasih sebab sambil bermalam mingguan, dan tak ada salahnya untuk mendapat informasi mengenai <em>HIV/AIDS</em>. </span><span lang="SV">Acara ini cukup menarik karena para pengunjung boleh berinteraksi dengan narasumber. Pertanyaan pertama oleh saudari Iin salah satu pasangan muda yang duduk di bangku barisan nomer enam dari depan ia menanyakan kepada pembicara “Apakah berhubungan Seks dengan penderita <em>HIV</em> walau dilakukan sekali dapat menularkan virus itu?” pertanyaan kedua “Apakah penyakit <em>HIV</em> dapat sembuh?” Iin gadis muda berambut panjang, berkulit putih bercerita mengenai temannya yang memiliki pacar penderita HIV mereka pernah berhubungan seks sekali tanpa kondom. Lalu dijawab oleh Mbak Uun orang itu harus melakukan tes, tetapi tes itu harus berkali-kali. Pada tes yang pertama mungkin belum ada gejala apa-apa, namun enam bulan berikutnya harus tes kembali biasanya pada tes selanjutnya hasilnya akan positif terkena <em>HIV/AIDS</em>. Jawaban pertanyaan kedua bahwa penyakit <em>HIV</em> belum ada obatnya, obat yang biasa diberikan hanya menekan virus dan menambah daya tahan tubuh.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV"><span> </span>Pertanyaan kedua oleh Saudara Adrin yang duduk seorang diri di bangku paling depan “Bagaimana seoarang penderita <em>HIV</em> memperoleh keturunan yang sehat?” jawaban Mbak Uun “Agar <em>HIV</em> tak menulari anak maka harus cuci seperma, artinya seperma dengan air mani dipisahkan, karena air manilah yang membawa virus bukan sepermanya, bila sang ibu terkena <em>HIV</em> anak jangan diberi ASI!”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV"><span> </span>Pertanyaan ketiga oleh Saudara Wawan yang duduk dibarisan kanan bangku deretan nomer lima dari depan, sebelumnya Mbak Uun telah menjelaskan jika ada orang yang sengaja menyuntikan vurus <em>HIV</em> segera saja dibasuh menggunakan air sabun virus itu dapat mati sebelum 78 jam, lalu bagaimana jika ada seseorang yang membutuhkan bantuan mengenai penyakit itu. Mbak Uun menambah penjelasannya virus akan mati dengan deterjen merek apa saja dan virus dapat hidup 2-3 hari di suntikan, pada jaman ini kemajuan teknologi semakin cangih bisa juga terkena penyakit <em>HIV</em> dari alat-alat salon, jika kita di suntik pakailah suntikan yang baru jika ada yang butuh bantuan datang saja di Jln. </span>Taman Siswa, gang Basyki, PKBI, Yogyakarta, teleponnya (0274) 419409.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span> </span>Karena waktunya singkat dan <span> </span>pertanyaan terakhir oleh saudara Rizal di bangku barisan kanan duduk bersama kekasihnya paling belakang “Bagaimana caranya agar tidak terkena <em>HIV/AIDS</em> dan saya pernah mendengar buah merah dapat menyembuhkan penyakit <em>HIV/AIDS</em> benar apa tidak?” <span> </span>kemudian jawab Mbak Uun “Berciuman dengan cara sedot-sedotan atau ciuman yang menimbulkan luka dapat menyebarkan virus <em>HIV</em>, apalagi orang yang dicium terdapat penyakit sariwan. Saran saya agar terhindar dari <em>HIV</em> satu jangan berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi jika perlu gunakanlah kondom, dua pakailah jarum suntik yang baru, tiga <span> </span>jangan gunakan narkoba, empat seterilkan barang-barang. Untuk obat masih belum ada, buah merah belum dapat menggobati namun hanya menambah daya tahan tubuh si penderita!”</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span> </span>Mbak Uun menjelaskan bahwa orang-orang yang <em>hetero</em> seks lebih besar peluangnya terkena <em>HIV,</em> dan kita jangan memandang PSK sebagai penyebar virus sebenarnya virus itu berasal dari daerah lain. Sebenarnya agar terhindar dari <em>HIV</em> mulai dari diri kita sendiri dengan merubah pola hidup, cara bergaul dan satu lagi jangan pernah mendiskriminasikan teman-teman penderita karena mereka punya hak untuk hidup, paling banyak adalah perempuan.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span> </span>Kedua <span> </span><span> </span>Acara tersebut sangat menarik dan kedua acara ini memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. pada <em>Talk Show</em> Anak, anak-anak bimbing untuk mengembangkan bakat dan minat dibidang musik, nyanyi, dan menari meraka kedatangan artis bernama Imel yang pada acara itu memberi motivasi supaya rajin membaca, dan selalu berlatih untuk mencapai cita-cita acara <em>Talk Show</em> Anak yang seharusnya ditonton oleh anak-anak, namun 80 persennya penontonnya adalah orang dewasa. <span lang="SV">Mungkin karena sebagian besar pengunjung pameran buku adalah orang dewasa. <em>Interaksi</em> terhadap penonton sangat kurang salah satunya karena sedikit anak-anak kecil yang hadir.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV"><span> </span><em>Talk Show HIV/AIDS</em> pendengarnya sepi karena berbentrokkan dengan sholat magrib dan bisa pula banyak orang yang telah mengetahui informasi mengeni <em>HIV.</em> Walau pun sedikit audiens mereka berinteraksi dengan nara sumber. Acara ini menarik sebab para pendengar lebih antusias mereka ingin mengetahui informasi lebih dalam mengenai <em>HIV/AIDS.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taritere.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taritere.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taritere.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taritere.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taritere.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taritere.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taritere.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taritere.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taritere.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taritere.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taritere.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taritere.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taritere.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taritere.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=54&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taritere.wordpress.com/2009/03/25/pameran-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c3df93d45d9bb54c6e804775eeada6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taritere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NOVEL</title>
		<link>http://taritere.wordpress.com/2009/02/24/novel/</link>
		<comments>http://taritere.wordpress.com/2009/02/24/novel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 09:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taritere</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taritere.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[pencari Harta karun karya Agnes Jessica Novelnya menceritakan mengenai seorang pemuda yang berrnama Jamal. Jamal seorang anak yang ditinggalkan orang tuanya ketika ia berusia 5 tahun. orang tuanya telah bercerai. Ibunya tinggal menjadi TKW. sehingga ia dibesarkan oleh Neneknya. Neneknya selalu mengeluh, ia selalu berfikir bahwa hidup ini hanya membuatnya menderita dan menderita. Jamal tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=46&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pencari Harta karun</p>
<p>karya Agnes Jessica</p>
<p>Novelnya menceritakan mengenai seorang pemuda yang berrnama Jamal. Jamal seorang anak yang ditinggalkan orang tuanya ketika ia berusia 5 tahun. orang tuanya telah bercerai. Ibunya tinggal menjadi TKW. sehingga ia dibesarkan oleh Neneknya. Neneknya selalu mengeluh, ia selalu berfikir bahwa hidup ini hanya membuatnya menderita dan menderita. Jamal tidak sekolah tinggi ia hanya lulus SMP kerena tak punya biyaya lagi. sehingga ia harus berkerja. Jamal berkerja di perdaggangan buku. Marsel adalah seorang wanita idaman Jamal ruamahnya tak terlalu jauh. setiap hari Jamal selalu diajak untuk makan dirumah Marsel. Jamal gerogi ketikam makan donat dirumah Marsel sehingga kopi yang mimunumnya tumpah. mereka berteman baik.  Pada suatu hari Jamal ingin sekali memberikan hadiah kepada Marsel. Ia binggung mau memberikan hadiah apa? Jamal tahu Marsel suka membaca novel ditempat kerjanya ada novel baru. sehinnga ada niat untuk mencuri pikirnya tak mungkin ketahuan jika hanya menggambil buku satu, toh bukunya taka akan habis sampai berbulan-bulan. kemudian malam itu Jamal pergi ke rumah Marsel dilihatnya seorang pemuda berkenalan disanana pemuda itu bernama Rama yang ternyata pacarnya Marsel Jamal kaget ternyata Marsel telah memiliki pacar. Ia memberikan buku itu . pemuda itu kaya bajunya mahal, walau Jamal telah memakai baju seharga Rp seratus ribu yang harus dicicilnya. Jamal merasa rendah diri dan kembali pulang. keesokan harinya ia berkerja seperti biasa ternyata buku yang kemarin dicurinya laku habis terjual. pemilik toko itu curiga seharusnya buku itu masih tersisa satu lagi namun mengapa telah habis. Ia mencurigai Jamal. Tiba-tiba datanglah Marsel ke tempat kerja Jamal, ia mau mengucapkan terimakasih kepada Jamal atas pemberian buku itu. ternyata ketahuan oleh bosnya Jamal dipecal didepan mata Marsel. Jamal pulang dengan sedih. Dirumahnya terlihat asap. Kemudian tetangganya bilang Jamal rumahmua kebakaran. Ia langsung berlari. mencari Neneknya yang masih didalam, karena pada waktu itu Neneknya sedang sakit. Ia berani menyelamatkan Nenek, namun sayang nyang nyawanya sudah tak dapat diselamatkan lagi. Jamal merasa putus asa pekerjaan hilang, Nenek meninggal. Pupus sudah harapannya. Jamal mencoba berkali-kali untuk bunuh diri. Namun, usaha itu selalu saja gagal. Ada seseorang bernaman Ahmat menyadarkannya bahawa hidup ini indah. Ternyata Jamal selama ini salah, Ia selalu berfikir, hidup ini mendetita. Ia bengkit. dari keterpurukan itu syukurlah ia tinggal di desa yang baik saling membantu dan tolong menolong. pera tetangganya membantu menruus penguburan neneknya dan membanggun rumah Jamal yang rusak. sementara ia tinggal di rumah tenangganya sebelum rumahnya jadi.</p>
<p>Lauara adalah gadis berusia 25 tahun ia mencari oarang untuk berkerja bersamanya. itu adalah peluang Jamal untuk sukses. Jamal tak perlu memikirkan hal yang negatif namun Jamal selalu berfikiran positif. hal itu membuatnya sukses dan anik pangkat. Laura tak pernah bertemu dengan Laki-laki dengan bawahannya pun ia berbicara melalui airpon. pada suatu hari Jamal ingin mengakjak Marsel untuk makan bersamanya di restoran. namun, Rama yang menggagunya bersenag-senang. Marsel Pulang dengan ayahnya karena dirumah Rama  telah menunggu. saat pulang jamal melihat gadis yang sedang menunggu taksi itulah pertemuannya dengan Laura. walau mereka belum saling menggenal. laura merasa aneh ketka ia bertemu Jamal Ia tak merasa sakit. laura memiliki penyakit Febio alergi terhadap lelaki. setiap kali lelaki yang mengganalnya. Laura akan muntah-muantah, namuan ketika ia bertemu Jamat Laura tidak muntah.</p>
<p>Lauara penasaran ingin bertemu bawahannya, kemudian ia melihat. ternyata bawahannya itu Jamal. Awal mereka bertemu ketika Laura berteriak dikantor yaitu di Vilanya sendiri pada saat seorang laki-laki datang kekamarnya. Jamal penasaran ketika Dilihat ternyata mereka pernah bertemu direstoran. awal pertemuan itu menjadi akrap. jam laura alergi semenjak diputus oleh Tomi. Jamal berbohong memberi tahu gantungan love adalah jimat dari ibunya. Sejak Laura memakainya Ia pun sembuh</p>
<p>Laura diabawa polisi kepenjara, karena dituduh tiuh berbohong/menipu. Pada saat itu ia ingat bahwa seorang yang berkerja sama dengannya, Laura kambuh dan ia langsuang menandatangani tanpa membacanya. Jamal berkoraban  ia mengaku Ia yang salah. Setiap hari Lauara menggunjungi Jamal. Pada suatua hari Laura bosan Ia ingin bertemu Jamal setiap hari. Ia kemudian berbicara kepada Jamal bagaimana jika kita naik banding supaya kamu cepat dibebaskan. namun, Jamal tidak mau ia berfikir ini adalah rencana Tuhan. di penjara Jamal selalu mendekatkan diri pada Tuahan. waktu itu Jamal mampu mengagabil hati Marsel dan merusak hubungan dengan Rama. tetapi, ia menyadari sekarang yang ia cintai bukan Marsel lagi melainkan Lauara. Saaat itulah Jamalnegakui dan ia putus dengan Marsel.</p>
<p>Laura marah, mengetahui bahwa gtantungan kunci LOve itu hanya dibeli 1500 saja bukan jimat. ia tidak mau mengunjungi Jamal. ketika Jamal mau memberikan sumbangan pada panti asuhan bukubuku bacaan. Laura tak mau membatu Laura malah mencarei pria lain. Ketika Ia mencari Pria laian Ia bercerita pada pria itu. kemudian ia sadar. dan ia kembali pada jamal. Kepala panti asuhan berteimakasih atas buku-buku bacaan atas nama pengerim Laura kepada Jamal. Jamal pun kaget ternyata laura tak marah. Jamal kemudian mau naik banding. seletah itu Ia dibebaskan. waktu Ia dibebaskan Jamal melihat wanita yaitu Maresl memberikan surat undangan perniklhan dengan Rama. saat itu sosok Laura yang dicari-carinya. kemudian ia melihat wanita itu dan dandannya seperti anak muda. Jamal lebih muda tiga tahun dari Lauara. itaualh Jamal menemukan cintanya. cintanya yaitu Laura.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taritere.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taritere.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taritere.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taritere.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taritere.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taritere.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taritere.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taritere.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taritere.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taritere.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taritere.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taritere.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taritere.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taritere.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=46&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taritere.wordpress.com/2009/02/24/novel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c3df93d45d9bb54c6e804775eeada6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taritere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suami Istri Barjaualan Bakso</title>
		<link>http://taritere.wordpress.com/2009/02/24/suami-istri-barjaualan-bakso/</link>
		<comments>http://taritere.wordpress.com/2009/02/24/suami-istri-barjaualan-bakso/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 08:49:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taritere</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taritere.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Bakso Pak Topi Di Depan Betesdha Di tengah sulitnya mencari nafkah suami istri mampu berjuang mencari nafkah demi masa depan anak mereka. Cinta dalam keluarga, juga didukung istrinya membuat hati Bapak Soenarto tetap kuat menjalani kehidupan yang semakin hari-semakin sulit. Keluarga akan kokoh berdiri jika keduanya tetap sehati, istri bagaikan penopang bagi sang suami. Bakso [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=44&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle" style="line-height:150%;">Bakso Pak Topi Di <span> </span>Depan Betesdha</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;">Di tengah sulitnya mencari nafkah suami istri mampu berjuang mencari nafkah demi masa depan anak mereka. Cinta dalam keluarga, juga didukung istrinya membuat hati Bapak Soenarto tetap kuat menjalani kehidupan yang semakin hari-semakin sulit. Keluarga akan kokoh berdiri jika keduanya tetap sehati, istri bagaikan penopang bagi sang suami.</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;">Bakso Pak Topi, itulah nama panggilan bagi bakso mereka jual. Awalnya pada tahun 1984 Pak Soenarto berjualan bakso <strong><span style="font-weight:normal;">usaha itu tentunya didukung oleh istrinya tercinta sehingga istrinya selalu menemani suaminya ketika berjualan bakso</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;font-weight:normal;">.</span></strong> Pak Soenarto selalu<span> </span>menjajakan baksonya menggunakan topi. Itulah mengapa bakso ini dinamakan bakso Pak Topi. Jika berjalan di tortoar yang terletak persis di depan Rs. Betesdha, disana akan terlihat pedagang kaki lima. Para pedagang diantaranya penjual Es, penjual nasi, dan penjual bakso. Para pedagang yang hanya memiliki warung berukuran 2x4m. tidak pernah berebut mendapatkan konsumen. Pak Soenarto pun mengaku “Rejeki, sudah diatur oleh yang di atas. Kita tidak boleh menggambil rejeki orang!” <strong><span style="font-weight:normal;">ternyata dijaman sekarang yang sullit mengambil rejeki mereka saling membantu dan menolong tidak memakan rejeki dari orang lain. Ia tidak takut bersaingan dengan penjual bakso lainnya. karena Pak Suanarto dan Ibu Suartini telah memiliki pelanggan tersendiri</span></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Para pedagang selalu berkerja sama itulah sebabnya mengapa di warung bakso Pak Soenarto tidak menyediakan es teh. Jika ada pembeili kehausan mereka memesan di warung sebelahnya. Setiap pukul 13.00 WIB kursi-kursi yang tadinya kosong diduduki oleh pelangan, para pelangan diantaranya anak sekolah, mahasiswa, tukang parkir, dll. Pada saat Pak Soenarto sholat, ibu Suartini yang melayani pembeli.<span> </span><strong><span style="font-weight:normal;">Mereka berdua sangat kompak dari pukul 10.00 WIB<span> </span>hingga pukul 17.00 WIB berada di tempat itu. letak rumah mereka tidak begitu jauh mereka berdua tinggal di Paku Alaman setiap kali datang membawa barang-barang dan setiap pulang pun barang barangnya dibawa pulang. </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-weight:normal;">Keutungan berjualan sangat mengiurkan sebualan ia dapat keuntungan 1,5 juta sehingga ia mampu menyekolahkan ke tiga anaknya anak pertama bernama Catuat Esti Wibawati telah lulus SMA dan telah menikah memiliki dua orang anak bernama Alfino kelas 4SD dan Rafi berusia tiga tahun. anak keduanya kuliah D3 jurusan Elektro bernama Nugroho Dwi Wibowa sedangkan anak nomor tiga bernama Wahyu Arif Wijoko baru kelas 3 SD. Bapak Sunarto hanya lulusan SMP dan ia mampu menyekolahkan anaknya hingga kilah. bakso yang dibuatnya bersama istrinya selalu habis setiap hari sehingga ia harus menyediakan 5 kg daging sapi setiap harinya. dahulu pada tahun 1990 ada penggusuran pedagang kaki lima namun saat ini tak ada lagi. Usaha Pak Suanarto selalu didukung oleh istrinya, ia setia untuk menemani suaminya mencari sesuap nasi untuk keluarga. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taritere.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taritere.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taritere.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taritere.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taritere.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taritere.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taritere.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taritere.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taritere.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taritere.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taritere.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taritere.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taritere.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taritere.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=44&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taritere.wordpress.com/2009/02/24/suami-istri-barjaualan-bakso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c3df93d45d9bb54c6e804775eeada6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taritere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisis berita</title>
		<link>http://taritere.wordpress.com/2008/11/27/analisis-berita/</link>
		<comments>http://taritere.wordpress.com/2008/11/27/analisis-berita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 09:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taritere</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taritere.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[KONTAN. 31 Oktober 2008 hal 13. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=38&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Analisis</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Berita</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nama Koran<span> </span>: KONTAN</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tanggal Terbit <span> </span>: 31 Oktober 2008 hal 13</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Judul Berita <span> </span><span> </span>: PE CPO 0% Sundul Harga Minyak Goreng</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span><span style="font-size:small;">A.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span></strong><strong><span style="font-size:small;">Hasil Analisis</span></strong></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Menarik</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Menarik adalah mengundang orang untuk membaca berita yang kita tulis. Berita ini menarik bagi pembaca kerena memberikan sebuah informasi mengenai hal yang akan terjadi. Berita ini memberikan informasi mengenai sebuah fakta, bukan fiksi atau karangan.merupakan informasi tentang sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya. Memberikan informasi mengenai harga minyak goreng.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ringkas dan Singkat</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ringkas artinya hemat kata, menghindari kata-kata mubazir. Bahasanya langsung pada pokok persoalan tidak bertele-tele. Penggunaan kalimat sudah singkat, namun bahasanya sulit dimengerti oleh kaum awam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Contoh : “ Saat ini, harga minyak goreng curah ditingkat produksen sebesar Rp. 5.100 per kg.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kurang tertib</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tertib artinya patuh pada aturan atau norma yang berlaku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">judul berita menggunakan bahasa daerah yaitu <em>sundul</em> mungkin orang yang tahu bahasa daerah tersebut akan memahami, tetapi lain halnya dengan orang yang belum tahu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">Sebaiknya penulisan bahasa daerah seperti <em>sundul</em> dan <em>bakal</em> ditulis menggunakan huruf miring. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Contoh: PE CPO 0% Sundul Harga Minyak Goreng</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Seharusnya ditulis: PE CPO 0% <em>Sundul </em>Harga Minyak Goreng</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kurang jelas</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Jelas adalah mudah dipahami pembaca. Namun dalam berita ini :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">menggunakan istilah asing yang tidak dimengerti seperti <em>Crude plm oil, </em>dan<em> over suplay</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">terdapat istilah bidang-bidang perekonomian misalnya pajak ekspor, <em>over suplay,</em> stok CPO.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">c.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menggunakan singkatan pada judul mungkin ada sebagian orang yang belum tahu misalnya PE dan CPO.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">d.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">Terdapat bahasa daerah seperti <em>bakal</em> dan <em>sundul</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Berita ini memiliki unsur 5W+1H</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">Siapa<span> </span><span> </span>: minyak kelapa sawit dan minyak goreng</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">Kapan<span> </span><span> </span>: Kamis 30 Oktober 2008</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">c.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">Dimana<span> </span><span> </span>: Jakarta</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">d.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">Apa<span> </span>: Harga minyak goreng akan naik Rp. 200per kilo</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">e.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">Mengapa<span> </span><span> </span>: karena kebijakan pemerintah menurunkan pajak </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 126pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span><span> </span><span> </span>ekspor minyak sawit menjadi 0% justru bias </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 126pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>menyulut harga minyak goreng dalam negeri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">f.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">Bagaimana<span> </span>:Turunnya harga minyak sawit bakal </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 108pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>mendongkrak ekspor CPO dan mengurangi </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 108pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>patokan domestic. Hanya saja kenaikan CPO </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 108pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>tidak terlalu tinggi. Maklum saat ini, permintaan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 108pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>CPO di pasar ekspor masih sepi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 108pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 108pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 108pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span><span style="font-size:small;">B.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span></strong><span style="font-size:small;"><strong>Kesimpulan</strong><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Penulisan berita ditulis secara menarik, ringkas, singkat dan memenuhi unsur 5 W + 1H. Namun, bahasanya sulit dimengerti bagi kaum awam. Karena banyak istilah bidang-bidang perekonomian, dan istilah asing. Isinya memberikan informasi yang akan terjadi kata-katanya hemat tetapi, penulisan berita tidak tertip aturan EYD dan kurang begitu jelas</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taritere.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taritere.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taritere.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taritere.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taritere.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taritere.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taritere.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taritere.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taritere.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taritere.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taritere.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taritere.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taritere.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taritere.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=38&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taritere.wordpress.com/2008/11/27/analisis-berita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c3df93d45d9bb54c6e804775eeada6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taritere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>debat</title>
		<link>http://taritere.wordpress.com/2008/10/16/debat/</link>
		<comments>http://taritere.wordpress.com/2008/10/16/debat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 08:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taritere</dc:creator>
				<category><![CDATA[Debat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taritere.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[DAFTAR PUSTAKA

Asidi. S Dopodjojo. 1982. Komunikasi Lisan. Yogyakarta: PD Lukman
Abdurrahman. 1978. Diskusi Sebagai Alat Untuk Memecahkan Masalah. Bandung : PT Karya Nusantara 
Bulakau. J. 1971. Teknik Diskusi Berkeompok. Yogyakarta: kanisius Vaneca
 Bulakau. J. 1979. Teknik Diskusi Berkeompok. Yogyakarta: kanisius Vaneca
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1986. Pendidikan Moral Pancasila
Herdono, P 1988. Hakeket Manfaat Filsafat Pancasila. Bandung : Exact Ganeca
Heukuen P.J. 1970. Tatik Berdebat . Jakarta: K.M/CLC
Hendrikus, Dori Wuwur.1990.  Retorika. Yogyakarta: Kanisius 
Kamdhi, J.S.1995. Diskusi Yang Efektif. Cirebon: Kanisius 
KKK.1970. Taktik Berdebat. Jakarta. K.M./CLC
P. Hardono.1986. Hakekat dari Muatan Filsafat Pancasila. Cetakan I. Bandung: Exact
Purwadarminta. S.J.W. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Purwadarminta. S.J.W. 2002. Kamus Umum Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka
Rosalina, Susi.1991, Contoh MC dan Pidato Praktis Lengkap dengan Seminar. Surabaya: Amanah
Sasongko. 1978. Himpunan Ketetapan MPR. Cetakan I. Solo
Sukiat .1979. Diskusi Kelompok .Yogyakarta : Depdikbud.
Surono.Ig. 1979. Petunjuk Penyelenggaraan Rapat dan Teknik Diskusi……: Intan
Tarigan, Henry Guntur. 1985. Berbicara Sebagai Suatu  Ketrampilan  Berbahasa. 
Wiyanto, Asul. 1985. Pidato dan Diskusi .Kediri : Taruma
http://id.wikipedia.org/wiki/Debat
http://www/korpri.or.id/anggaran_dasar.htm
//hmti-handayani.com/
http//www. Parlemen.net com
http://www/asasi.multply.com/journal/iteml3
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=32&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="IN">BAB<span> </span>VII</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="IN">DEBAT</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>Pengartian</strong><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>A.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menurut Asidi dipodjojo (Komunikasi Lisan 1982:59)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Debat</span><span lang="IN"> adalah proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat akan menyatakan argumen, memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan itu menjadi yakin dan berpihak padanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>B.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menurut<span> </span>( KBBI. 2002: 242)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Debat adalah </span><span lang="SV">pembahasan</span><span lang="IN"> atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>C.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menurut G. Sukadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Debat pada hakekatnya saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, </span><span lang="SV">dengan</span><span lang="IN"> tujuan mencapai kemenangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>D.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menurut Hendri Guntur Tarigan (Retorika 1990:120)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Debat pada hakekatnya adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="A">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pengertian      debat dalam www/wikimedia.foundation.org/</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Unsur-Unsur Debat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada www/wikimedia.foundation.org/ di temukan beberapa unsur dalam debat yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->topik debat disebut mosi (<em>motion</em>)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>b<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->tim Afirmatif (yang setuju terhadap mosi) sering disebut juga Pemerintah (<em>Government</em>),</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>c<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->tim Negatif (yang menentang mosi) disebut Oposisi (<em>Opposition</em>)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">pembicara pertama dipanggil sebagai Perdana Menteri (<em>Prime Minister</em>), dan sebagainya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->pemimpin/wasit debat (<em>chairperson</em>) dipanggil <em>Speaker of The House</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>f<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->penonton/juri dipanggil <em>Members of the House</em> (Sidang Dewan yang Terhormat)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Macam-Macam Debat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">r berdebat mengorganisasikan pemunggutan suara untuk menentukan pemenang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Dalam debat tertutup setiap anggota hanya berbicara satu kali. Oleh karena itu pembicara harus menyiapkan diri dan menyusun jalan pikirannya secara cermat dan teliti. Harus padat dan berisi dalam waktu yang singkat. Sebaliknya dalam debat terbuka, orang dapat berbicara lebih dari satu kali sesudah semua berbicara, kedua pembicara pertama dari masing –masing kelompok mengutarakan kata penutup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Debat Amerika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Dalam debat amerika dua regu berhadapan, tetapi masing-masing regu menyiapkan tema melalui pengumpulan bahan secara teliti. Dan penyusunan argumentasi yang cermat. Para anggota kelompok debat ini adalah orang-orang yang terlatih dalam seni berbicara. Mereka berdebat di depan sekelompok juri dan publikum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Debat dimulai, apabila salah seorang anggota regu membuka pembicaraan dengan membuka tesis dan di jawab oleh pembicara pertama dari regu yang kedua. Proses selanjutnya berlangsung apabila setiap anggota regu berbicara dalam urutan yang bergantian dengan anggota regu yang lainnya. Semua anggota dari kedua regu mendapat kesempatan untuk berbicara. Setipa pembicara harus menyampaikan pandangannya mengenai tema dan tesis yang diperdebatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>A.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Macam-macam debat yang yang ditemukan dari sumber .</span><span style="color:black;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Debat"><span style="color:black;">http://id.wikipedia.org/wiki/Debat</span></a></span><strong><span lang="SV"> </span></strong><span lang="IN"><span> </span>yaitu:</span><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Debat kompetitif</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">adalah debat dalam bentuk permainan yang biasa dilakukan di tingkat sekolah dan universitas. Dalam hal ini, debat dilakukan sebagai pertandingan dengan aturan (&#8220;format&#8221;) yang jelas dan ketat antara dua pihak yang masing-masing mendukung dan menentang sebuah pernyataan. Debat disaksikan oleh satu atau beberapa orang juri yang ditunjuk untuk menentukan pemenang dari sebuah debat. Pemenang dari debat kompetitif adalah tim yang berhasil menunjukkan pengetahuan dan kemampuan debat yang lebih baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Debat perlementer</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Debat parlementer dibagi menjadi tiga yaitu: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span class="mw-headline"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Debat perlementer Australia (<span class="mw-headline">Australian Parliamentary)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;">Gaya debat ini digunakan di Australia, namun pengaruhnya menyebar hingga ke kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan di Asia, sehingga akhirnya disebut sebagai format Australasian Parliamentary. <span lang="SV">Dalam format ini, dua tim beranggotakan masing-masing tiga orang berhadapan dalam satu debat, satu tim mewakili Pemerintah (<em>Government</em>) dan satu tim mewakili Oposisi (<em>Opposition</em>), dengan urutan sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:208pt;text-align:justify;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(1).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pembicara pertama pihak Pemerintah &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:208pt;text-align:justify;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(2).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pembicara pertama pihak Oposisi &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:208pt;text-align:justify;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(3).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pembicara kedua pihak Pemerintah &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:208pt;text-align:justify;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(4).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pembicara kedua pihak Oposisi &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:208pt;text-align:justify;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(5).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pembicara ketiga pihak Pemerintah &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:208pt;text-align:justify;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(6).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pembicara ketiga pihak Oposisi &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:208pt;text-align:justify;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(7).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pidato penutup pihak Oposisi &#8211; 5 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:208pt;text-align:justify;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(8).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pidato penutup pihak Pemerintah &#8211; 5 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;">Pidato penutup (<em>Reply speech</em>) menjadi ciri dari format ini. Pidato penutup dibawakan oleh pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga). Pidato penutup dimulai oleh Oposisi terlebih dahulu, baru Pemerintah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;">Mosi dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh Pihak Oposisi, contoh:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em>(This House believes) That globalization marginalizes the poor.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">(Sidang Dewan percaya) <em>Bahwa</em> globalisasi meminggirkan masyarakat miskin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Mosi tersebut dapat didefinisikan oleh pihak Pemerintah dalam batasan-batasan tertentu dengan tujuan untuk <em>memperjelas</em> debat yang akan dilakukan. Ada aturan-aturan yang cukup jelas dalam hal apa yang boleh dilakukan sebagai bagian dari definisi dan apa yang tidak boleh dilakukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Tidak ada interupsi dalam format ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Juri (<em>adjudicator</em>) dalam format Australs terdiri atas satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Dalam panel, setiap juri memberikan <em>voting</em>-nya tanpa melalui musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat bersifat <em>unanimous</em> ataupun <em>split decision</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Di Indonesia, format ini termasuk yang pertama kali dikenal sehingga cukup populer terutama di kalangan universitas. Kompetisi debat di Indonesia yang menggunakan format ini adalah <em><span style="color:black;"><a title="Java Overland Varsities English Debate" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Java_Overland_Varsities_English_Debate"><span style="color:black;">Java Overland Varsities English Debate</span></a></span></em><span style="color:black;"> (JOVED) dan <em><a title="Indonesian Varsity English Debate" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesian_Varsity_English_Debate"><span style="color:black;">Indonesian Varsity English Debate</span></a></em></span> (IVED).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span class="mw-headline"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Debat perlementer Inggris (<span class="mw-headline">British Parliamentary)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Gaya debat parlementer ini banyak dipakai di <span style="color:black;"><a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris"><span style="color:black;">Inggris</span></a></span> namun juga populer di banyak negara. Dalam format ini, empat tim beranggotakan masing-masing dua orang bertarung dalam satu debat, dua tim mewakili Pemerintah (<em>Government</em>) dan dua lainnya Oposisi (<em>Opposition</em>), dengan susunan sebagai berikut:</span></p>
<pre style="margin-left:208pt;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                                                 </span>(1).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Opening Government:<span>            </span></span></pre>
<pre style="margin-left:36pt;text-indent:54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Prime Minister<span>   </span></span></pre>
<pre style="margin-left:36pt;text-indent:54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Deputy Prime Minister<span>                                </span></span></pre>
<pre style="margin-left:208pt;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                                                 </span>(2).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Closing Government</span></pre>
<pre style="margin-left:36pt;text-indent:54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Member of the Government<span>    </span></span></pre>
<pre style="margin-left:36pt;text-indent:54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Government Whip<span>                    </span></span></pre>
<pre style="margin-left:208pt;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                                                 </span>(3).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Opening Opposition</span></pre>
<pre style="margin-left:36pt;text-indent:54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Leader of the Opposition</span></pre>
<pre style="margin-left:36pt;text-indent:54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Deputy Leader of the Opposition</span></pre>
<pre style="margin-left:208pt;text-indent:-208pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                                                 </span>(4).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Closing Opposition</span></pre>
<pre style="margin-left:36pt;text-indent:54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Member of the Opposition</span></pre>
<pre style="margin-left:36pt;text-indent:54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Opposition Whip</span></pre>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Urutan berbicara adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(1).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Prime Minister &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(2).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Leader of the Opposition &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(3).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Deputy Prome Minister &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(4).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Deputy Leader of the Opposition &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(5).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Member of the Government &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(6).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Member of the Opposition &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(7).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Government Whip &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(8).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Opposition Whip &#8211; 7 menit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Debat perlementer Amerika</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Debat parlementer <span style="color:black;"><a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat"><span style="color:black;">Amerika Serikat</span></a></span> diikuti oleh dua tim untuk setiap debatnya dengan susunan sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(1).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Government</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Prime Minister (PM)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Member of the Government (MG)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>(2).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Opposition</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Leader of the Opposition (LO)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Member of the Opposition (MO)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span class="mw-headline"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Debat parlementer Asia (<span class="mw-headline">Asian Parliamentary)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;">Debat ini dikembangkan dari format Austlals perbedaannya dengan format Australs adalah adanya interupsi (point of information) yang boleh diajukan antara menit<span> </span>pertama dan menit ke emam ( hanya untuk pidato utama tidak pada pidato penutup)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Debat<span class="mw-headline"> Proposal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Dalam gaya Debat Proposal (<em>Policy Debate</em>), dua tim menjadi penganjur dan penentang sebuah rencana yang berhubungan dengan topik debat yang diberikan. Topik yang diberikan umumnya mengenai perubahan kebijakan yang diinginkan dari pemerintah. Kedua tim biasanya memainkan peran Afirmatif (mendukung proposal) dan Negatif (menentang proposal). Pada prakteknya, kebanyakan acara debat tipe ini hanya memiliki satu topik yang sama yang berlaku selama setahun penuh atau selama jangka waktu lainnya yang sudah ditetapkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Bila dibandingkan dengan debat parlementer, debat proposal lebih mengandalkan pada hasil riset atas fakta-fakta pendukung (<em>evidence</em>). Debat ini juga memiliki persepsi yang lebih luas mengenai argumen. Misalnya, sebuah proposal alternatif (counterplan) yang membuat proposal utama menjadi tidak diperlukan dapat menjadi sebuah argumen dalam debat ini. Walaupun retorika juga pentin dan ikut mempengaruhi nilai setiap pembicara, pemenang tiap babak umumnya didasari atas siapa yang telah &#8220;memenangkan&#8221; argumen sesuai dengan fakta pendukung dan logika yang diberikan. Sebagai konsekuensinya, juri kadang-kadang membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil keputusan karena semua fakta pendukung harus diperiksa terlebih dahulu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span class="mw-headline"><span>4).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Debat <span class="mw-headline">Lincoln-Douglas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Nama gaya debat ini diambil dari debat-debat terkenal yang pernah dilakukan di <span style="color:black;"><a title="Senat Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senat_Amerika_Serikat"><span style="color:black;">Senat Amerika Serikat</span></a></span> antara kedua kandidat Lincoln dan Douglas. Setiap debat gaya ini diikuti oleh dua pedebat yang bertarung satu sama lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Argumen dalam debat ini terpusat pada filosofi dan nilai-nilai abstrak, sehingga sering disebut sebagai debat nilai (<em>value debate</em>). Debat LD kurang menekankan pada fakta pendukung (<em>evidence</em>) dan lebih mengutamakan logika dan penjelasan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Di Indonesia, format debat ini belum populer dan belum ada kompetisi reguler</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Taktik-Taktik<span> </span>Debat</span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="A">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam<span> </span>buku<span> </span>Tatik Berdebat (1970: 17-91)</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menolak argumentasi lawan secara langsung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mana faktannya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Metode ofensif ini menyangkal denga serta merta fakta yang dikemukakan dengan pihak lawan. Dikatakan, bahwa apa yang merupakan dasar pendapatnya itu tidak tepat, berbeda dengan apa yang sesungguhnya terjadi, lain dari pada situasi yang sebenarnya. Cara ini sangat amat sederhana tetapi menyebabkan silawan mudah kehilangan akal atau sekurang-kurangnya tak sempat mengemukakan pokok pikirannya, karena kadang-kadang bukti sulit didapat tidak tersedia, tidak bijaksana untuk diumumkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini sebaiknya dipergunakan dalam kesempatan-kesempatan seperti antara lain : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>(1).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">dalam pengadilan khususnya para pembela bila mana lawan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>(2).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">mengemukakan secara kebetulan, tanpa persiapan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>(3).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">untuk menolak permintaan yang belum mau dikabulkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>(4).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">sebagai pembelaan diri untuk melemahkan serangan lawan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">“sebabnya bukan itu!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dalam taktik ini pihak lawan diperlemah dengan menolak dasar pemikirannya sehingga pendapatnya tidak beralasan atau kurang meyakinkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">“Apalagi!” dan “Sebaliknya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Debat dengan menggunakan siasat apalagi dapat dipergunakan untuk melawan pendapat atau argumen yang kurang didasarkan atas pengalaman atau fakta sehingga mudah digoyahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menolak argumentasi lawan secara tidak langsung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Gunakan pisau analisa!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik<span> </span>debat jenis ini yakni menyerang lawan dengan menariknya dari pokok persoalan yang lebih mendetail dan tidak dikuasainya sehingga membinggungkannya. Taktik ini juga dapat diguankan untuk membelokkan materi sebelumnya kedalam materi yang kita kuasai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bandingkanlah dengan hal yang sejajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud dari metode ini adalah menolak atau menyerang pendapat lawan, kesimpulan atau penilaiannya dengan memperhatikan hal yang serupa mengakibatkan pandangan atau kesimpulan yang berlainan dan itulah yang tepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bersikaplah konsekwen</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud dari metode ini mematahkan tuntutan lawan, yang ingin diterapkan kepada lain, karena dia sendiri bertindak sebaliknya atau tidak mau melaksanakannya sendiri. Metode ini menelanjangi akal licik lawan itu dengan membeberkan perbuatanya yang tidak sesuai dengan tuntutannya itu. Lawan yang berperasaan itu akan malu dan menghentikan tuntutannya itu agar rahasia pribadi atau kelompok tidak terbuka terus dimuka umum dan kepercayaan sama sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bercerminlah pada dirimu!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud metode ini membuat lawan menjadi malu karena kita menunjukan kembali catatanya sendiri yang sama, serupa ataupun lebih beratnya. Dengan demikian lawan akan mundur atau tutup mulut, sebab menyadari, bahwa dirinya juga memiliki catatan yang serupa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bagaimanakah kalau semua berbuat demikian?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud metode ini untuk menolak atau melawan pendapat lawan yang jika berlaku secara umum akan membawa akibat yang tidak dapat diterima. Penolakan ini bukan karena gagasan itu sendiri adalah buruk tetapi penerapanya yang umum akan menimbulkan hal-hal yang harus ditolak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tambah ini, tambah itu stop!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud metode ini menolak usul lawan yang diupandang sendiri-sendiri, terpisah dari hal-hal lainnya masuk akal Menolak usul atau gagasan lawan yang membebankan kita dengan menghubungkan dengan hal-hal lain yang agak sama. Namun jika tidak sesuai harus ditolak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menggunakan argumentasi lawan sediri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Melebih-lebihkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dari gagasan lawan yang logis ditarik kosekwensi yang berlebih-lebihan, sehingga yang diucapakan itu menimbulkan kesan yang aneh, tidak masuk akal. Kensekwensi yang berlebihan ini membuat dasarnya yaitu gagasan maksud ucapan lawan menjadi lemah lawan dijatuhkan dengan gagasannya sendiri. ungkapan yang berlebihan akan menimbulkan hal yang aneh atau tidak masuk akal. Maksud dari metode ini adalah kita harus tahu pendapat lawan itu berlebihan atau tidak, jika berlebihan kita tarik kosekowensi yang berlebihan sehingga menimbulkan kesimpulan yang tidak maksud akal. Contohnya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:180pt;text-align:justify;text-indent:-90pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kepala SMA<span> </span>:<span> </span>Ibu Tuti wali kelas 3A harap menjaga sopan santun dan disiplin murit kelas itu!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:180pt;text-align:justify;text-indent:-90pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Ibu Tuti<span> </span>:<span> </span>Apa saya harus menjadi pengasuh anak-anak, yang setiap hari memeriksa rambut, kuku, dll? Mereka cukup dewasa duduk di SMA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:180pt;text-align:justify;text-indent:-90pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kepala SMA<span> </span>:<span> </span>Maksud saya, agar pergaulan muda-mudi sopan dan tahu batas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:180pt;text-align:justify;text-indent:-90pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Ibu Tuti<span> </span>:<span> </span>Oh, kalau begitu saya harus mendidik mereka seperti rumah novisiat atau seminari </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengubah ucapan lawan sedikit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Menyerang dengan cara mengubah ucapan lawan, tetapi perubahan itu jangan terlalu mencolok, sebab bisa dengan mudah ditolak. Buatlah lawan tidak menyadari perubahan itu. Mengubah arti ucapan bisa dengan memperluas arti, memperkasar ucapan lawan, membelokan maksud. Contohnya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">A<span> </span>:<span> </span>Pada prinsipnya saya setuju, bahwa penghianatan terhadap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>sumpah prajurit harus dihukum, tetapi cara pelaksanaannya </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>saya tidak setuju!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:-90pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>B<span> </span>:<span> </span>Jadi Sdr. ingin, penghianat-penghianat itu dibebaskan? Itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;text-indent:-108pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span><span> </span>bertentangan dengan keadilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:-90pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>A<span> </span>:<span> </span>Itu tidak saya katakan! Sdr. mengarang dan mengubah arti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-117pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span><span> </span>kata-kata saya!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:-90pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>B<span> </span>: Tidak! Tetapi itu yang Sdr. maksudkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menujuk pada segi atau sudut lain dari pendapat atau argumen lawan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tidak ada gading yang tak retak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Segala sesuatu itu tidak ada yang sempurna ada kelebihan dan kelemahannya, taktik ini digunakan untuk argumen yang berat sebelah. Uangkapakan juga hal buruk yang menjadi kelemahan argumen lawan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berdialektika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud taktik ini untuk melemahkan gagasan atau tidakan lawan dengan mengemukakan pandangan gagasan yang bertentangan meskipun dengan keduanya terdapat segi-segi kebenaran. Tatik ini biasanya digunakan untuk memaksa lawan tidak bersitegang mempertahankan, bahwa pendapat atau argumennya adalah satu-satunya yang benar. Lawan dipaksa untuk mempertimbangkan pendapat atau gagasan pihak lainnya sehingga terjadilah suatu kompromi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengalihkan pokok pembicaraan kepada hal-hal lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Melarikan diri pada hal-hal umum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud dari metode ini mengalihkan perhatian dari persoalan lawan yang khusus pada persoalan yang lebih umum, yang tidak dimaksudkan oleh lawan itu sehingga tidak mencapai hasil seperti yang diharapkan lawan, karena kedua belah pihak bertitik tolak pada dua dasar yang berbeda. Cara mengalahkan lawan, tunjukkan dengan tegas bahwa dia mengalihkan atau melarikan diri pada hal-hal umum dan tidak “to the point”! setiap kali orang itu ingin melarikan diri tema segera pula kita peringatkan lagi jangan beri kesempatan kepada lawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">“jikalau” dan “akan tetapi”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud dari metode ini adalah menolak secara tak langsung pendapat atau usul lawan dengan mengemukakan kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan atau sekurang-kurangnya melemahkan segi baik dari pada pendapat atau usul lawan itu. Sehingga lawan mulai terpelosok oleh taktik ini dan terpengaruh oleh kemungkinan-kemungkinan yang dikemukakan pihak lain sehingga dengan mudah digoyahkan.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Salah tarik!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Metode salah tarik merurapakan penarikan kesimpulan yang seolah-olah tampak benar tetapi sesungguhnya salah karena menjadikan suatu yang khusus menjadi dasar hukum yang seakan-akan<span> </span>berlaku umum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mencap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud dari metode ini menyerang argumen lawan dengan mencap pandangan atau pribadi dari pada si lawan itu sebagai penganut aliran, golongan, ideologi, yang buruk dimata masyarakat. Dengan cara begitu, lawan dipaksa untuk membela diri dan dihindari untuk menyerang, karena cap yang diberikan padanya dapat berbahaya sekali bagi dirinya lebih-lebih dalam debat politis atau ideologis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mensetir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Menyerang argumen lawan dengan mengutip atau mensetir ucapan-ucapan atau pandangan ahli-ahli yang ternyata bebeda dengan pendapat dan argumennya. Pendapat orang-orang terkemuka lebih dapat dipercayai sebagai sesuatu yang benar sehingga orang malu atau segan melawan pendapat seorang ahli.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Main tersinggung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud dari metode ini adalah menyinggung lawan secara tak langsung melalui ”sindiran”, yang dimaksudkan untuk memancingnya. Kelau lawan terpancing, maka tercapailah maksud. Taktik ini berhasil kalau lawan sungguh-sungguh tersingung dan menanggapi ucapan lawannya lalu bereaksi emosionil, sehingga mudah dibawa ke hal yang merugikannya. Tetapi jika lawan tidak melayani “sindiran” patahlah taktik ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menghindari pokok-pokok pembicaraan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menolak tema!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tema yang dikemukakan lawan ditolak atau dihindari. Penolakan tema itu berdasrkan alasan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>(1).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">tema tidak berguna didebatkan sekarang, hanya akan membuang-buang waktu saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>(2).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">tema itu melemahkan posisi kita, karena misalnya belum siap, belum mempelajarinya, merugikan kelompok atau pribadi kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menyerang dari belakang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Argumen lawan tidak diserang langsung namun dipukul dari belakang. Dapat dilakukan dengan cara mengemukakan dasar sejarah yang melatar belakangi argumen lawan itu, menganalisa latar belakang psikologis lawan itu sendiri. Kita dapat melawan orang yang menggunakan taktik ini dengan cara menyerang kembali lawan dengan taktik yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Melantur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Melantur maksudnya berbicara hilir-mudik tanpa isi dan tujuan tertentu, sitir sana sitir sini, ucapan-ucapannya tidak berhubungan tidak berhubungan satu sama lainnya (ngawur). Taktik ngawur dapat dihentikan dengan cara:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>(1).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">menghentikan bualan si pembicara dan menanyakan apa maksudnya,<span> </span>jangan membiarkan dia berbicara hilir mudik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>(2).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">kita menunjukan bahawa lawaan hanya omongkosong</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>(3).<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">alihkan kembali kepada tema.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Caranya ditolak</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span lang="SV">Taktik ini tidak menolak isi pendapat lawan, tetapi menolak caranya saat mengemukakan pendapat. Taktik ini sering digunakan oleh kaum wanita dan orang-orang yang berkedudukkan tinggi. Maksud metode ini adalah dengan menolak cara serangan lawan berusaha menghindari perdebatan tentang isi pendapat lawan itu sendiri </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menyerang dengan semu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengambil hati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Mengambil hati supaya akhirnya melepaskan argumen atau pendapatnya dan menerima pendapat kita. Maksud metode ini adalah membawa lawan kepada suatu keadaan, yang membuat dirinnya serba salah pilih pilih ini salah, pilih itu salah. Dalam keadaan bingung ini, lawan dapat dikalahkan dan diserang argumennya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dilema semu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Membuat lawan kepada suatu keadaan yang membuat dirinya serba salah pilih. Dalam keadaan bingung ini lawan dapat dikalahkan dan diserang argumen-argumennya.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="A">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Menurut      Dori Wuwur Hendrikus (1990:132-141)</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tatik afarmasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Termasuk dalam taktik afarmasi adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik”ya”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pernyataan harus dirumuskan sedemiakian rupa agar lawan menjawab “ya”, dan pelahan-lahan menuntutnya menuntutnya kepada kesimpulan akhir yang jelas atau mengejutkan, yang harus diterima tanpa syarat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik mengulang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pembicara menyampaikan pikiran dan idenya secara terus menerus dngan cara dan rumusan yang berbeda dan menarik. Yang perlu diperhatikan adalah hal yang diulang mengandung ide yang positif dan benar. Cara ini dapat membuat lawan bicara menaruh perhatian kepada ide yang diajukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik sugesti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini bermaksud mempermudah lawan bicara untuk menyetujui pikiran, ajuran dan hasil pertimbangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik kebersamaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Apabila menghadapi kesulitan dalam diskusi, sering satu himbauan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, atas sukses yang diraih bersama sampai saat ini dapat membantu keluar dari jalan buntu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik kompromi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Untuk mencapai keseimbangan rasional dalam situasi yang sulit. F. Schleger mengatakan: perbedaan pendapat justru memperkuat kesepakatan yang murni. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik konsensus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini menampilkan di depan mata pendengar rangkuman pendapat kita yang sudah disetujui dan mengerakan hati mereka untuk menuruti pendapat kita, menyetujui perjanjian yang dibuat, menerima anjuran atau membeli hasil pruduksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik defensif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik mengelak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dapat terjadi bahwa pikiran atau pendapat pembicara diragukan. Pembicara mendapat kesulitan untuk menjelaskan posisinya. Dalam kesempitan dan kesulitan seprti ini, pembicara menyebutkan kutipan atau ucapan seorang ahli sehingga lawan bicara dapat dikonfrontasikan langsung dengan pendapat ahli tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik “ya&#8230;.tetapi”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Menurut taktik ini, kita menghargai dan menyetujui pendapat lawan bicara, tetapi aplikasinya disesuaikan dengan pendapat kita. Ini adalah satu cara untuk menyimpang secara halus dari titik tolak lawan bicara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik mengangkat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Untuk memperoleh persetujuan peserta atas pendapat kita, kita mengankat dan menghormati pendapat yang berbeda dari lawan bicara. Dengan iti dia dapat lebih baik belajar menghargai pendapat kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik berterima kasih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Orang datang kepada kita dengan banyak kesulitan yang membebani. Kita mengucapkan terima kasih kepadanya atas informasi itu, meskipun tidak menyenangkan kita, tetapi justru dengan mrka dibebaskan dari teknan emosional</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik merelativasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini menempatkan keberatan lawan bicara kedalam konteks dan relasi, sehingga dengan itu pendapatnya menjadi relatif ( sambil berhati-hati bahwa sebaliknya pendapatnya sendiri dapat direlativasi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik menguraikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Apabila lawan bicara menyampaikan seonggok keberatan, kesulitan dan kritikan, maka kita menuraikan dan menganalisis semua beberan itu satu prsatu secara teliti, sambil menunjukkan titik-titik lemahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik membiarkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini membiarkan lawan bicara menyampaikan maksud dan pikiran, sementara kita mendengarkan dengan penuh perhatian, tanpa memberikan reaksi. Yang penting ialah tidak menghalangi pembicaraannya, kecuali ada pertanyaan.sesudah selesai, kita menjelaskan sambil memberikan tanggapan yang bertentangan dangan pendapatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik ofensif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik antisipasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sementara lawan bicara menyampaikan pendapat, kita sudah mengantisifasi kelemahannya. Sesudah itu kita langsung menjatuhkan pendapatnya dengan mengemukakan argumentasi kontra.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik menggetkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Lawan bicara menentang dengan satu pertanyaan negatif. Kita mengejutkan dia dengan suatu petanyaan balik dengan satu jawaban balik dari sudut pandangan yang tak diduganya. Contoh: justru karena itulah&#8230;&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik bertanya balik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini melemparkan kepada lawan biara satu pertanyaan balik yang menyebabkan dia melepaskan pendasaran kebaratannya, dan menerima kekeliruannya sendiri. Contoh: Apakah tidak mungkin bahwa&#8230;.?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik provokasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini memaksa lawan bicara untuk berbiara terus terang. Ini adalah satu pertanyaan agresif, yang sering digunakan oleh para wartawan. Contoh: saya meragukan pendapat itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik mencakup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini melihat argumentasi lawan dengan satu pengamatan yang mencakup dan lebih tinggi, sehingga dengan itu argumentasi itu sendiri dilemahkan dan tidak berlaku untuk dirinya sendiri. Contoh: jawaban “tidak” dari anda, padahal mulanya sebenarnya adalah “ya”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik melebih-lebihkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Lewat taktik ini orang secara sadar melebih-lebihkan pernyataan lawan bicara (pernyataan ekstrem) untuk mempengaruhi lawan bicara atau supaya supaya dia menarik kembali pernyataannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik memotong</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini digunakan untuk mengontrol pembicaraan yang berbicara terlalu banyak. Pembicaraannya dipotong dengan tiba-tiba dengan alasan untuk menyampaikan sesuatu yang peting. Contoh: bolehkah saya menyampaikan sesuatu yang penting secara singkat?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik negasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:91.85pt;text-align:justify;text-indent:-37.85pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik “tidak”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini menyangkal lawan bicara secara langsung, karena menuntut penjelasan yang tuntas. Di lain pihak cara ini dapat menciptakan<span> </span>permusuhan, karena melukai lawan bicara. Oleh kerena itu sebaiknya mengemukakan pernyataan-pernyataan retoris. Contoh: Bukan, itu tidak benar! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:91.85pt;text-align:justify;text-indent:-37.85pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taktik kontradiksi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Taktik ini mengemukakan penyataan kontradiktoris (pertentangan secara esensial) atas apa yang dikatakan lawan bicara. Contoh: meskipun keberatan anda itu benar, tetapi tidak membuktikan apa-apa!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Syarat-Syarat Susunan Proporsi</span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="A">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Menurut      Tarigan (1984: 93-96)</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kesederhanaan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Usul-usul yang rumit dan terbelit-belit menyebabkan analisa yang sukar. Senakin sederhana suatu pernyataan maka semakin bergunalah bagi perdebatan yang sedang berlangsung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kejelasan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Pernyataan-pernyataan yang samar-samar dan tidak jelas menimbulkan berbagai ragam penafsiran yang timbul dalam perdebatan yang membingungkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kepadatan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">kata-kata hendaklah dipergunakan sesedikit mungkin dan sepadat mungkin. Kepanjanglebaran akan mengakibatkan suatu usul menjadi tidak praktis dan menyebabkan salah pengertian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Susunan kata afirmatif</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Usul yang negatif seakan-akan dapat memutarbalikkan posisi-posisi afirmatif dan negatif. Susunan kata suatu usul hendaknya bersifat afirmatif atau mengiakan; jangan bersifat negatif atau meniadakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>5.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pernyataan Deklaratif</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;">Suatu pernyataan yang tegas lebih disukai, lebih baik dari paa suatu pertanyaan. <span lang="SV">Pertanyaan pada umumnya dipergunakan bahi diskusi karena maksud dan tujuannya adalah menyelidiki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>6.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kesatuan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Sebuah gagasan yang tunggal sudah cukup bagi satu perdebatan. Misalnya usul “Badan pembuat undang-undang haruslah mengadakan pemilihan wajib dan haruslah membuat registrasi tetap” mengandung dua buah pukuk perdebatan berbeda: “ pemilihan wajib” dan “registrasi tetap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>7.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Usul khusus</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;">Usul-usul yang bersifat umum akan mengakibatkan perdebatan-perdebatan yang terpencar dan tidak memuaskan.Hendaknya usul dibuat se khusus mungkin.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>8.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Bebas dari purbasangka</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Bahasa yang purbasangka akan memperkenalkan asumsi-asumsi atau pra anggaran yang tidak tepat ke dalam usul. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>9.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tanggung jawab untuk memberikan bukti yang memuaskan terhadap afirmatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Susunan kata usul hendaknya dibuat sebaik dan secepat mungkin sehingga pembicara afirmatif akan menganjurkan serta menyokong suatu perubahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Etiket atau Norma dalam Berdebat dan Bertanya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Menurut Mulgrave (1954: 45) sepeti yang dikutip Tarigan (1984:92-93) semua pembicaraan hendaknya memiliki: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45.2pt;text-align:justify;text-indent:-45.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>1). <span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengetahuan yang sempurna mengenai pokok pembicaraan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45.2pt;text-align:justify;text-indent:-45.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>2). <span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kopetensi atau kemampuan menganalisis </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45.2pt;text-align:justify;text-indent:-45.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>3). <span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengertian mengenai prinsip-prinsip argumentasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45.2pt;text-align:justify;text-indent:-45.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>4). <span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Apresiasi terhadap kebenaran-kebenaran fakta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45.2pt;text-align:justify;text-indent:-45.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>5). <span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kecakapan menemukan buah pikiran yang keliru dengan penalaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45.2pt;text-align:justify;text-indent:-45.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>6). <span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Keterampilan dalam pembuktian kesalahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45.2pt;text-align:justify;text-indent:-45.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>7). <span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pertimbangan dan persuasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45.2pt;text-align:justify;text-indent:-45.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>8). <span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Keterarahan, kelancaran, dan kekuatan dalam cara atau penyapaian pidato. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="SV"> </span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taritere.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taritere.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taritere.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taritere.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taritere.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taritere.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taritere.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taritere.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taritere.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taritere.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taritere.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taritere.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taritere.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taritere.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=32&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taritere.wordpress.com/2008/10/16/debat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c3df93d45d9bb54c6e804775eeada6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taritere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>berita Shopping</title>
		<link>http://taritere.wordpress.com/2008/10/03/berita-shopping/</link>
		<comments>http://taritere.wordpress.com/2008/10/03/berita-shopping/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 13:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taritere</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taritere.wordpress.com/2008/10/03/berita-shopping/</guid>
		<description><![CDATA[Buku Bukan hanya sumber ilmu tapi sumber rejeki   Rimbunnya pohon beringin yang terletak di depan bangunan bertingkat satu Bersebelahan dengan Taman Pintar  disebut Shopping, Yogyakarta. Terlihat banyak orang berlalu-lalang. 14 Selasa sore itu sekitar pukul 17.00 WIB dilantai bawah sebelah utara terdapat kios yang berukuran    2 m x 3 m berubin putih.             Seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=30&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Buku Bukan hanya sumber ilmu tapi sumber rejeki</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rimbunnya pohon beringin yang terletak di depan bangunan bertingkat satu Bersebelahan dengan Taman Pintar<span>  </span>disebut Shopping, Yogyakarta. Terlihat banyak orang berlalu-lalang. 14 Selasa sore itu sekitar pukul 17.00 WIB dilantai bawah sebelah utara terdapat kios yang berukuran<span>    </span>2 m x 3 m berubin putih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Seorang Bapak Berpeci dengan kemeja batik dan celana panjang hitam, berdiri lalu menawarkan dagangannya dengan sopan kepada pembeli “Mau cari buku apa?” para pembeli itu kebanyakan pelajar dan<span>  </span>mahasiswa namun ada pula anak kecil bersama orang tuanya. Itulah rutinitas Bapak Azhard Ahmad (60). Walau pun usianya sudah separuh baya, Ia masih gigih menjual buku-bukunya.<span>  </span>Kesibukan dalam menjajakan dangangannya telah dilakukan sejak 35 tahun yang lalu. Pada saat bulan puasa, ketika jarum jam menunjukkan angka 17.30 WIB kiosnya akan segera ditutup.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Shopping merupakan area Khusus bagi para peminat buku, kerena buku adalah sumber ilmu. Namun bagi Azar Ahmad buku adalah sumber rejeki. <span> </span>Kiosnya menyediakan buku, majalah, artikel dengan harga yang terjangkau. Dari setiap buku yang dijual, keuntungan yang diambil hanya sebesar 5%. Toko buku terkenal seperti Gramedia mungkin menjual buku dengan keuntungan lebih dari 5%. Hal itu akan memberatkan para peminat buku. Ujar Robet (24/ pelajar) salah seorang pembeli buku “Beli buku disopping lebih murah dari pada beli buku di Gramedia, jadi saya suka beli buku disini!” Itulah bukti Shopping menjual buku dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan toko lain, selain itu buku yang dijual lengkap dari berbagai penerbit. Toko buku ini buka setiap hari. Hal itulah yang menjadikan Shopping tidak sepi pengunjung walau hari libur sekalipun</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span><span> </span>Omset yang didapat setiap kios berbeda-beda.. Besar kecilnya omset yang diperoleh dipengaruhi oleh banyaknya buku yang disediakan, relasinya yang baik kepada pelangan dan kepiawaian dalam mengetahui keinginan pasar. Seperti kios Azar Ahmad dari 2007 sampai dengan 2008 mengalami keseimbangan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Di Shopping terdapat kurang lebih 124 kios. Penyewaan Kios lantai bawah lebih mahal sekitar 3 sanpai dengan 5 jutaan. Lebih mahal karena letak kesetrategisan kios sehingga lebih banyak pembeli.<span>  </span>Sedangkan dilantai atas para pembeli buku lebih sedikit harga kontarak kios pun lebih murah sekitar 2 jutaan. Para pedangang tidak mengeluh dengan harga kontarak tersebut karena telah tercukupi dari keuntungan menjual buku. Para penjual buku tidak dapat memilih Kios karena mereka telah mendapat jatah tempat dengan cara pengundian. Dari setiap para penjual tentunya bersaing dalam mencari keuntungan dan pelanggan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">.<span>           </span>Suka dan duka telah Bapak Azar Ahmad rasakan sejak tahun 1975. waktu itu para penjual buku belum memiliki tempat untuk berjualan. Panasnya sengatan matahari dan dinginnya hujan tak pernah mereka hiraukan untuk menambah asap dapur. Bapak Azar Ahmad bersama para pedagang lainnya menjajakan dagangannya didepan Gereja Fransiscus Saverius Kidulloji dan di sepanjang jalan Malioboro. Keterlelibatan pemerintah untuk memberi fasilitas yang layak kepada para penjual. 27 Juli 2005 awal berdirinya bangunan Shoping. Hal ini merupakan sebuah kuntungan bagi para penjual buku<span>  </span>karena memperoleh tempat yang permanaen dan nyaman untuk berjualan.. Sebelum Shopping berdiri tempat tersebut adalah sebuah terminal bus yang habis masa kontraknya. Kemudian oleh Pemda DIY didirikan Shopping dan taman Pintar yang bertujuan memajukan wawasan pelajar Yogyakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taritere.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taritere.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taritere.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taritere.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taritere.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taritere.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taritere.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taritere.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taritere.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taritere.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taritere.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taritere.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taritere.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taritere.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=30&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taritere.wordpress.com/2008/10/03/berita-shopping/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c3df93d45d9bb54c6e804775eeada6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taritere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://taritere.wordpress.com/2008/06/18/puisi/</link>
		<comments>http://taritere.wordpress.com/2008/06/18/puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 02:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taritere</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taritere.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[dimana bisakah aku bertanya dimana dia waktu begitu memisahkan kita aku merindukanmu<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=23&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dimana bisakah aku bertanya dimana dia</p>
<p>waktu begitu memisahkan kita</p>
<p>aku merindukanmu</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/taritere.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/taritere.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taritere.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taritere.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taritere.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taritere.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taritere.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taritere.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taritere.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taritere.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taritere.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taritere.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taritere.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taritere.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taritere.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taritere.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=23&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taritere.wordpress.com/2008/06/18/puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c3df93d45d9bb54c6e804775eeada6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taritere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunga</title>
		<link>http://taritere.wordpress.com/2008/05/28/bunga/</link>
		<comments>http://taritere.wordpress.com/2008/05/28/bunga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 01:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taritere</dc:creator>
				<category><![CDATA[tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taritere.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Perawatan Anthurium Perawatan anthorium sangat gampang. Pertumbuhannya sangat cepat dan adaptif. Yang terpenting jangan lambat mengganti media dan pot, karena akan mengganngu pertumbuhannya. Ukuran pot yang tidak sesuai dengan ukuran tanaman membuat pertumbuhan akar terhambat. Pergantian pot biasannya diberengi dengan penambahan media. Untuk medianya sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:2. setelah itudilanjutkan pemupukan rutin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=22&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="IN">Perawatan Anthurium </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="IN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="IN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-AU">Perawatan anthorium sangat gampang. Pertumbuhannya sangat cepat dan adaptif. Yang terpenting jangan lambat mengganti media dan pot, karena akan mengganngu pertumbuhannya. Ukuran pot yang tidak sesuai dengan ukuran tanaman membuat pertumbuhan akar terhambat. Pergantian pot biasannya diberengi dengan penambahan media. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-AU"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-AU">Untuk medianya sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:2. setelah itudilanjutkan pemupukan rutin setiap 3 bulan dengan pupuk lambat urai. Sealin itu agar pertumbuhan daun subur dan tebal disemprotkan pupuk daun ke permukaan daun. Aplikasi sebulan sekali. Frekuensi dan dosisi ditingkatkan sesuai dengan bertambahnya ukuran daun.<span> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/taritere.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/taritere.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taritere.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taritere.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taritere.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taritere.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taritere.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taritere.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taritere.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taritere.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taritere.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taritere.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taritere.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taritere.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taritere.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taritere.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taritere.wordpress.com&amp;blog=3364318&amp;post=22&amp;subd=taritere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taritere.wordpress.com/2008/05/28/bunga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c3df93d45d9bb54c6e804775eeada6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taritere</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
