Taritere’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Analisis berita

Analisis

Berita

Nama Koran : KONTAN

Tanggal Terbit : 31 Oktober 2008 hal 13

Judul Berita : PE CPO 0% Sundul Harga Minyak Goreng

A. Hasil Analisis

  1. Menarik

Menarik adalah mengundang orang untuk membaca berita yang kita tulis. Berita ini menarik bagi pembaca kerena memberikan sebuah informasi mengenai hal yang akan terjadi. Berita ini memberikan informasi mengenai sebuah fakta, bukan fiksi atau karangan.merupakan informasi tentang sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya. Memberikan informasi mengenai harga minyak goreng.

  1. Ringkas dan Singkat

Ringkas artinya hemat kata, menghindari kata-kata mubazir. Bahasanya langsung pada pokok persoalan tidak bertele-tele. Penggunaan kalimat sudah singkat, namun bahasanya sulit dimengerti oleh kaum awam.

Contoh : “ Saat ini, harga minyak goreng curah ditingkat produksen sebesar Rp. 5.100 per kg.”

  1. Kurang tertib

Tertib artinya patuh pada aturan atau norma yang berlaku.

a. judul berita menggunakan bahasa daerah yaitu sundul mungkin orang yang tahu bahasa daerah tersebut akan memahami, tetapi lain halnya dengan orang yang belum tahu.

b. Sebaiknya penulisan bahasa daerah seperti sundul dan bakal ditulis menggunakan huruf miring.

Contoh: PE CPO 0% Sundul Harga Minyak Goreng

Seharusnya ditulis: PE CPO 0% Sundul Harga Minyak Goreng

  1. Kurang jelas

Jelas adalah mudah dipahami pembaca. Namun dalam berita ini :

a. menggunakan istilah asing yang tidak dimengerti seperti Crude plm oil, dan over suplay

b. terdapat istilah bidang-bidang perekonomian misalnya pajak ekspor, over suplay, stok CPO.

c. Menggunakan singkatan pada judul mungkin ada sebagian orang yang belum tahu misalnya PE dan CPO.

d. Terdapat bahasa daerah seperti bakal dan sundul

  1. Berita ini memiliki unsur 5W+1H

a. Siapa : minyak kelapa sawit dan minyak goreng

b. Kapan : Kamis 30 Oktober 2008

c. Dimana : Jakarta

d. Apa : Harga minyak goreng akan naik Rp. 200per kilo

e. Mengapa : karena kebijakan pemerintah menurunkan pajak

ekspor minyak sawit menjadi 0% justru bias

menyulut harga minyak goreng dalam negeri.

f. Bagaimana :Turunnya harga minyak sawit bakal

mendongkrak ekspor CPO dan mengurangi

patokan domestic. Hanya saja kenaikan CPO

tidak terlalu tinggi. Maklum saat ini, permintaan

CPO di pasar ekspor masih sepi.

B. Kesimpulan

Penulisan berita ditulis secara menarik, ringkas, singkat dan memenuhi unsur 5 W + 1H. Namun, bahasanya sulit dimengerti bagi kaum awam. Karena banyak istilah bidang-bidang perekonomian, dan istilah asing. Isinya memberikan informasi yang akan terjadi kata-katanya hemat tetapi, penulisan berita tidak tertip aturan EYD dan kurang begitu jelas

About these ads

ampThu, 27 Nov 2008 09:05:33 +000005Kamis 17,2008 - Posted by | Tak Berkategori |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: